Raudhatul Hasanah Medan | Fasilitas Kurikulum dan Biaya Masuk

Posted by

Raudhatul Hasanah Medan | Boleh dikatakan ini merupakan salah satu pesantren terbesar di Medan bahkan mungkin di Sumatera Utara. Pesantren ini cukup menarik karena berkiblat pada sistem modern.

Oleh sebab itu kami penasaran untuk mengulas dari sisi sejarah pesantren, kurikulum pendidikan pesantren, hingga bagaimana pengalaman santri di Raudhatul Hasanah Medan. Tulisan ini dibuat oleh Irwan Haryono, salah satu santri di pesantren tersebut. 

Sejarah Pesantren

Pesantren ini berawal dari pengajian kecil, dengan kondisi dan kebutuhan akan tempat ibadah yang menjadi sangat primer. Singkatnya disatukanlah tanah wakaf dari H. Ahkam Tarigan dan H. Mahdian Tarigan, sehingga luasnya menjadi ± 4.432,5 m2. 

Mulai dari sinilah luas tanah pesantren berangsur-angsur terus berkembang hingga mencapai lebih dari 10 Hektar di tahun 2020 ini.

raudhatul hasanah medan

Secara resmi Pesantren Radhatul Hasanah ini berdiri pada tanggal 18 Oktober 1982 bertepatan dengan 1 Muharram 1403 H. Diasuh dengan al-Ustadz Usman Husni (Alumni Gontor Ponorogo). 

Kemudian diisahkanlah pendidikan tingkat Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dengan jenjang pendidikan selama 6 tahun, seperti kurikulum di Gontor. Namun program madrasah yang tidak mukim juga masih berjalan hingga tahun 1988. 

Kini di 2020 seluruh santri dan santriwatinya mondok di Pesantren selama 24 jam, dengan sistem Pendidikan long life education. “Apa yang dilihat, apa yang didengar, dan apa yang dirasakan adalah pendidikan”

Model Kurikulum Ponpes Raudhatul Hasanah

KMI Raudhatul Hasanah Medan adalah Sekolah Pendidikan Guru Islam yang model dan kurikulumnya diambil dari KMI Gontor, yang merupakan perpaduan antara Sekolah Normal Islam Padang Panjang dengan model pendidikan pondok pesantren di Jawa.

Hanya saja ada beberapa hal yang perlu disesuaikan dengan situasi, kondisi sereta budaya daerah yang berkembang di daerah sumatera itu sendiri.

Pesantren Raudhatul Hasanah Medan ini adalah pesantren modern, dimana pelajaran umum (negara) dan ‘dirosah islamiyah’ (pelajaran pesantren) dipelajari secara bersamaan, sehingga pada akhirnya ijazah yang akan diterima pada setiap alumninya ada 3 ijazah formal. 

Yaitu ijazah Madrasah Tsanawiyah, Ijazah Aliyah, dan satu lagi Ijazah pesantren. Namun ijazah pesantren didapatkan jika telah menyelesaikan proses pendidikan selama 4 atau 6 tahun sesuai sistem KMI yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fasilitas Pesantren Raudhatul Hasanah

Sesuai dengan semboyan pesantren: al ‘aqlussalim fil jismissalim. (akal yang sehat terdapat pada jiwa yang sehat), selain memperhatikan sarana pendidikan dan prasarana tempat tinggal santrinya. 

Pesantren yang memiliki santri lebih dari 3000 ini juga menyediakan lapangan bola sebagai tempat olah raga santri dan menyediakan area olah raga tertutup bagi santriwatinya, sehingga lengkaplah menjadikan seluruh kegiatan antara putra dan putri terpisah.

Selain dari pada itu pesantren Raudhah memiliki masjid tingkat 3 dengan daya tampung jama’ah sekitar 4300 orang jama’ah shalat. Dalam hal fasilitas Pendidikan sudah dilengkapi fasilitas laboratoirum komputer, laboratorium bahasa.

Laboratorium Fisika Kimia dan Biologi (LAFIKIB), perpustakaan, wartel santri/wati, sistem buka tutup gerbang putra dan putri sesuai jam kunjung oleh security pesantren selama 24 jam, dan lain sebagainya. 

Aktivitas Harian Pesantren Raudhatul Hasanah Medan

Untuk kamarnya memakai ranjang tingkat dengan masing-masing diberikan almari. Kalau dari sisi fasilitas menurut kami biasa. Memang yang cocok untuk pesantren demikian. Harus belajar sederhana. 

Dari sisi aktifitas kegiatannya full 24 jam berkegiatan santri dan satnriwatinya di dalam pesantren, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, terhitung sejak pukul 04.00 wib s/d 22.00wib semuanya di dalam pesantren. 

Diantara kegiatannya adalah seperti berikut: Shalat 5 waktu berjama’ah di masjid, pemberian kosa kata usai subuh, belajar formal, kegiatan olah raga sore harinya, belajar malam, dan sampai tidur malam hari.

Serta beragam kegiatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan lainnya yang telah disesuaikan dengan tanggal Pendidikan dan pengasuhan pesantren.

Pengalaman Menjadi Santri Raudhatul Hasanah

Sebagai santri, jika disuruh bercerita pengalaman, pasti bermula dari sesuatu yang paling berkesan baginya, entah itu kesedihannya ataupun kegembiraannya.

Pengalaman sedihnya Ketika dilepaskan orang tua setelah pengumuman kelulusan pondok untuk pertama kalinya, kalau itu, rasanya sungguh sangat sedih sekali, padahal sebelumnya juga sudah mukim dan tidak pernah sedih, tapi begitu lulus malah sedih. 

Sedangkan gembiranya Ketika memasuki kelas 4, 5 dan 6, masa dimana santri mulai mengenal organisasi, lebih tepatnya sudah mulai menjadi pemegang roda organisasi. Setelah 3 tahun dipimpin, maka tahun keempat sampai seterusnya dilatih untuk memimpin. 

Sebagai pengalaman pribadi, alhamdulillah dari mulai menjadi ‘mudabbir’ (Pengurus asrama) diamanahi sebagai bagian keamanan rayon, hingga di Organisasi Pesantren Raudhatul Hasanah Medan (OPRH) juga diamanahi sebagai ketua bagian keamaan Pusat Pesantren masa bakti 2008-2009. 

Raudhatul Hasanah Medan memang pesantren model Gontor di Sumatera.

Panduanterbaik.id

Info Ponpes Raudhatul Hasanah Medan

Pesantren ini terdapat di jantung kota medan, beralamatkan: Jl. Setia Budi Ujung Simpang Selayang, Medan, 20135/Jl. Letjen. Jamin Ginting Km. 11 Paya Bundung. Jika kedatangan dari arah terminal amplas, berjarak sekitar 13 km, dengan waktu tempuh 26 menit. 

Sedangkan jika arah kedatangan dari Aceh/Binjai berhenti di terminal pinang baris, maka dari terminal berjarak 9,5 km berkisar 15 Menit ke pesantren dan jika kedatangan dari bandara internasional kualanamu berjarak sekitar: 39 Km dengan lama perkiraan perjalanan sekitar 61 menit ke Pesantren.

Pendaftaran Pesantren 

Bagi bapak ibu yang ingin memasukkan anak-anaknya ke Pesantren Raudhatul Hasanah Medan, brosur, syarat pendaftaran, pakaian yang digunakan, serta berkas yang harus dipenuhi, sampai tata cara pendaftaran di pesantren. 

Semuanya telah tersedia di website resmi pesantren. Sebagai tambahan informasi baru tahun, pertanggal Juli 2020 kemarin pendaftaran pesantren sudah dimulai dengan pendaftaran online, (untuk kedepannya belom diketahui apakah online atau offline), berikut saya lampirkan kalender pendaftaran santri baru per Juli 2020 kemarin, beserta total biaya pendaftarannya:

Biaya Masuk Raudhatul Hasanah Medan

Untuk biaya masuk pesantren Raudhatul Hasanah sebesar 8.2 juta. Untuk ukuran wilayah Medan, biaya sebesar ini standard. Bahkan cenderung murah jika melihat layanan pendidikan 24 jam yang diberikan.

Sedangkan SPP sebesar 900 ribuan setiap bulan. Ini juga masih dalam batas wajar karena sudah termasuk makan, biaya pendidikan dan lain sebagainya. Mungkin untuk sekalian uang saku harus menebus sekitar 1.5 juta setiap bulan. Tergantung kondisi anak ya.

website resmi bisa dikunjungi di sini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *