Domain Lembaga Pendidikan Yang Tepat untuk Website

Posted by

Domain lembaga pendidikan di era milenial seperti sekarang memiliki kedudukan yang sangat penting bagi lembaga pendidikan. Domain adalah alamat dari website yang biasanya dikena dengan dot com, dot id, atau dot lainnya.

Bagi lembaga pendidikan website memang ajang pengenalan diri. Namun ada satu hal lagi yang penting, yaitu domain. Karena kita sedang menjawab mesin pencari seperti Google, Bing, dan lain sebagainya. 

Biasanya sekolah kebingungan menentukan alamat yang bagus untuk sekolah dan pesantren. Juga bingung dengan ekstensi domainnya, apakah .com, atau .id, atau .sch.id, dan lain sebagainya. 

Di sini kami akan mengupas tuntas agar nantinya domain lembaga pendidikan sekolah dan pesantren bisa tepat dan mudah ditemukan oleh pembaca. Karena di era digital, website itulah awal mula branding sekolah berjalan.

Domain lembaga pendidikan

Apa Itu Domain Sekolah

Domain itu seperti alamat rumah. Maka ketika mencari alamat rumah pasti akan lebih mudah ketemu jika alamat rumahnya mudah diingat. Pondok.com lebih mudah diingat daripada PondokTahfidz.com. 

Sedangkan eksetensi setelahnya seperti sebuah blok di komplek perumahan. Blok .id, ada juga blok .com. Masing-masing memiliki tanda yang tergantung dari kodenya. Seperti com, itu berarti comersial. Ada juga identitas negara seperti .id yang berarti Indonesia. 

Sebagai pengelola website, yang paling diinginkan adalah bagaimana alamat mudah diingat, plus mudah ditemukan di internet ketika diketik di Google. Ini yang biasanya tidak diperhatikan oleh pengelola lembaga pendidikan. 

Oleh sebab itu domain lembaga pendidikan sangat menentukan branding sekolah dan pesantren. 

PanduanTerbaik.id

Panduan Memilih Domain Website

Biasanya di kalangan lembaga pendidikan domain yang digunakan adalah sch.id. Artinya school dengan kode id (Indonesia). Seperti Alhikmahsby.sch.id, juga yang lainnya. Rata-rata menggunakan sch.id. 

Sedangkan untuk pesantren jika mengikuti kaidah akan menggunakan ponpes.id, tapi uniknya tidak banyak pesantren yang menggunakan ini. Entah karena memang tidak banyak sosialisasi, atau karena domainnya terlalu ribet, pondok.ponpes.id, jadinya seperti ini, kurang nyaman dan menjadi panjang. 

Ada juga yang menggunakan ac.id, seperti Gontor.ac.id. Domain dengan ekstensi tersebut berarti akademi, bisa jadi karena Gontor memang terdiri dari banyak akademi sehingga menggunakan ekstensi tersebut. 

Masalahnya adalah, tidak semua domain bisa dipakai. Contoh, nama pesantren Anda adalah Al Izzah, ketika diperiksa, Alizzah.com, Alizzah.sch.id, sudah ada yang membeli, ternyata tidak bisa.

Maka Anda harus mencari ekstensi lain, atau namanya diubah menjadi Alizzahmodern.sch.id. Harus banyak diperiksa terlebih dahulu di internet.

Tips Domain Sekolah dan Pesantren

Patut menjadi pertimbangan adalah nama yang sama. Contoh pesantren Alhikam, maka gunakan nama tersebut sebagai domain lembaga pendidikan. Cari ekstensi yang persis. Beli langsung jika memang masih ada. Biasanya hanya 200 ribuan satu tahun.

Contoh Gontor.ac.id, ini sesuai dengan nama pesantren, yaitu Gontor, satu kata. Ekstensinya juga terkait dengan pendidikan, yaitu ac.id. Orang mudah mengingatnya. 

Biasanya nama sekolah sangat banyak yang sama di Indonesia. Contoh, pesantren Darussalam, banyak sekali, boarding school Insan Cendekia banyak sekali. Maka gunakan identitas daerah di belakangnya. 

Contoh Izzahjombang.com, kalau bisa jangan singkatan Izzahjmb.sch.id, susah untuk menyebut, mengetik, juga susah mengingatnya, apalagi mesin, tidak mudah mendeteksi, apa artinya JMB. Prinsipnya gunakan yang mudah diingat saja.

Kedua, usahakan jangan lebih dari tiga kata. Terlalu panjang. Misalkan namanya Darul Mujahadah, kemudian menjadi Darulmujahadahmojokerto.sch.id, ini sudah sangat panjang.

Maka jangan lebih dari tiga kata. Sebisa mungkin dua kata. Satu kata sangat istimewa, karena sudah jarang serkali tersedia di internet, banyak yang sudah dibeli. 

Ketiga, jangan menggunakan kombinasi huruf dan angka. Sebisa mungkin. Jika memang harus ada angka diletakkan di belakang, misal SMK17.id maka jangan disambung lagi dengan kata seperti SMK17Agustus.com, ini tidak ideal.

Contoh smatag45.sch.id, ini maksimal. Jangan ditambah kata lagi setelahnya. Karena mengeja kepada orang lain susah. 

Jika ada singkatan populer, misalkan Smada, yang artinya SMA dua, misalkan, maka gunakan smada.com. Nantinya di deskripsi website bisa mencantumkan identitas SMA 2. 

Pentingkan Nama Yang Sama

Namun yang paling utama adalah unsur nama. Identitas penting sekolah dan pesantren ada di nama. Jangan berbeda dengan nama asli lembaga pendidikan. Misalkan karena untuk kepentingan search engine menggunakan domain pesantrenmodern.com. 

Domain itu bisa digunakan untuk website pendamping, tapi yang utama jangan.

Contoh Lirboyo.net, Sidogiri.net dan lainnya. Masing-masing tidak menggunakan ekstensi sch.id, atau ponpes.id. Dugaan kami karena mengutamakan nama pesantren persis dengan domain. Ini bagus. 

Bahkan Tebuireng menggunakan domain dengan ekstensi unik, Tebuireng.online. Tidak populer, tapi mungkin saja pertimbangannya yang terpenting adalah nama yang sama. Oleh sebab itu dicantumkan nama persis meski ekstensi setelahnya adalah .online.

Contoh website dengan domain bagus miliki lembaga pendidikan, baik sekolah atau pesantren bisa dibaca di sini.

Ada satu ekstensi yang menurut kami sangat patut dipertimbangkan, yaitu dot id. Ini ekstensi yang berarti spesial di Indonesia. Memang lebih mahal dari biasanya. Tapi mengejanya mudah, tidak panjang. 

Untuk pencari informasi di Indonesai cukup bagus. Karena akan menjadi salah satu rekomendasi untuk Google di antara wilayah Indonesia. Contoh saja tirto.id. Diucapkan mudah di mesin pencari juga mudah dikenali. 

Diskusi branding sekolah bisa komunikasi dengan kami di affany1986@gmail.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *