analisa saham totl

Analisa Saham TOTL | Berlian Deviden Yang Dilupakan

Posted by

Analisa saham TOTL | Ini saham sektor properti, masuk di sub sektor konstruksi. Nama lengkapnya Total Bangun Persada. Jangan keliru dengan Totalindo Eka Persada. Namanya hampir mirip, sektornya juga mirip.

Kami tertarik menyusun analisa saham TOTL karena di Surabaya, tempat tinggal kami, sering melihat pembangunan dan muncul logo TOTL. Ada iklan apartemen, muncul lagi logo TOTL. Terutama di pembangunan apartemen atau mall terintegrasi dengan apartemen.

TOTL memang emiten swasta. Jadi kalau ada pembangunan gedung-gedung pemerintah namanya jarang muncul. Masalahnya adalah, saham ini jarang ada yang memperhatikan. Kalah sama Waskita, Wege, dan lain sebagainya. Mari kita intip saham TOTL dari beragam aspek.

Profil Total Bangun Persada

Berdiri pada tahun 1970 dengan fokus konstruksi, yaitu membangun gedung premium dengan disain yang indah. Perusahaan ini tidak aneh-aneh, dari dulu hanya fokus itu saja. Seperti seorang seniman yang mengabdi pada bidang seninya.  

Baca: 7 Pesan Terbaik dari Warren Buffet

Tagline dari perusahaan ini sangat bagus Pride and Excellence in Contruction. Artinya mereka memang mengerjakan sektor kontruksi premium dengan penuh kesempurnaan dan kebanggaan.

Bisa dilihat dari beberapa hasil yang dikerjakan. Seperti Masjid Raya Padang, Wihara Mahavira Graha, Central Park di Jakarta Barat, juga langganannya Trans, seperti Trans Studio Makassar.

Untuk pembangunan di swasta, TOTL sering menjadi pelakunya. Jika Anda di kota besar, kemudian melihat crane sedang membangun gedung besar, logo TOTL sering muncul.

Prospek Saham TOTL di tahun 2020

Mari kita lihat lebih jernih kembali. Apalagi jika Anda bersifat sebagai investor jangka menengah. 1-3 tahunan, maksimal lima tahun. Maka harus benar-benar ditelaah terlebih dahulu.

Di Indonesia, pembangunan selalu digalakkan. Apalagi bangunan-bangunan mewah. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan lain sebagainya. Terbukti jika kita hadir ke beragam kota besar, selalu ada pembangunan.

Di era presiden Jokowi, pembangunan merupakan salah satu yang digerakkan besar-besaran. Tapi kalau dicermati, karena pembangunan banyak digerakkan di pemerintah, maka yang menikmati adalah kontraktor BUMN, seperti Waskita, dan kawan-kawan.

Sedangkan swasta cenderung defensif. Tidak jor-joran. Bahkan apartemen sudah berada pada titik jenuh. Pembangunan tidak sebanding dengan serapan pasar. Artinya, sektor ini sudah berada pada titik stagnan.

Tapi mari kita lihat apa yang dikerjakan TOTL. Perusahaan ini dikenal sebagai kontraktor kelas menengah atas. Dari websitenya, yang sedang dikerjakan beberapa di antaranya adalah, BCA Foresta Tangerang, Thamrin Nine Jakarta, Wisma Barito Pacific 2, Surabaya Future Education Center.

Artinya tidak sepenuhnya apartemen. Tapi lebih kepada gedung-gedung prestisius di beragam tempat di Indonesia. Oleh sebab itu TOTL memiliki prospek yang cukup bagus karena dikenal sebagai perusahaan terpercaya dalam sektor konstruksi gedung-gedung premium.

Meskipun kalau bicara konstruksi di tengah covid-19, sudah bisa dipastikan suram. Logikanya seperti ini, untuk biaya gaji karyawan saja kebingungan, kok mikirkan membangun gedung. Apalagi covid-19 benar-benar memuku semua sektor.

Baca: 9 Saham Terbaik di Tahun 2020

Karena itulah saham TOTL saat tulisan ini dibuat sedang berada pada jurang yang dalam. Yaitu di angka 290. Ini sama dengan harga di tahun 2011 bulan Mei, sembilan tahun lalu.

Tapi badai pasti berlalu, ingat pesan Mbah Baffet di sini. Justru saat inilah jika berniat untuk membeli karena TOTL ternyata terus membangun.

Laba TOTL 2017 2018 2019

Mari kita telisik laba dari TOTL. Terutama di tiga tahun terakhir. Dari dari laba inilah kita bisa melihat bagaimana kinerja dari emiten. Tahun 2017 mengantongi laba sebesar 244,5 milyar.

Kemudian di tahun 2018 sebesar 208 milyar. Artinya ada penurunan yang signifikan. Laba di tahun 2019 melorot lagi, yaitu di angkat 175,73 milyar. Angka ini seiring dengan penurunan pendapatan dari tahun ke tahun.

Dalam sudut pandang kami ini sudah bagus. Sektor properti memang lesu di tiga tahun terakhir, namun TOTL mampu menghasilkan laba. Bandingkan dengan TOPS yang sama-sama swasta, pada kuartal tiga 2019 mengalami kerugian hingga 29 milyar. Padahal tahun sebelumnya mampu meraih laba hingga 85 milyar.

Di sektor ini memang yang paling berjaya adalah WEGE, menurut kami karena faktor proyek pemerintah. WEGE di tahun 2019 mampu mengalami kenaikan laba dari tahun sebelumnya sebesar 2.67 persen, yaitu 456 milyar.

Namun yang paling menggembirakan adalah bahwa sejak akhir 2019, TOTL sudah tidak memiliki hutang dengan bank juga dalam bentuk obligasi, dll. Di tengah keadaan yang sangat sulit, ketiadaan hutang merupakan satu hal yang sangat positif. Kami sangat menyukai hal tersebut. Baca kriteria saham bagus di sini.

Emiten tidak berpikir bagaimana menyelesaikan hutang seperti layaknya BUMI, tapi lebih berpikir bagaimana memajukan perusahaan. Di sinilah nilai lebih dari Total Bangun Persada. Laba turun karena sektor properti lesu, tapi hutang lunas.

Analisa saham TOTL
Analisa saham TOTL | Sumber Pixabay

Rasio Fundamental Saham TOTL

Pada saat tulisan ini dibuat, saham TOTL berada di harga Rp294. Ini harga yang sangat murah sekali. Di harga ini dari data RTI, Price to Book Value di kisaran 0.86. Padahal biasanya TOTL berada pada posisi PBV 2x bahkan pernah sekitar Rp600-an.

Yang paling unggul dari TOTL dibandingkan yang lain adalah Return on Equity yang berada di angka 21.39%. Ini sangat tinggi sekali jika dibandingkan dengan emiten pada umumnya. Perbankan saja di angka belasan persen. Artinya perusahaan ini sangat efektif menggunakan modalnya untuk mengeruk keuntungan.

Bandingkan dengan perusahaan sejenis seperti WEGE. ROE di angka 14.8%. Secara perusahaan sudah tergolong bagus, tapi kalau dibanding TOTL, maka kalah jauh. Angka inilah yang menarik investor. Tak berutang, ROE tinggi, selalu menghasilkan laba. Dan di tengah keadaan super sulit, perusahaan yang tak berutang adalah salah satu kriteria yang mampu bertahan.

Deviden Saham TOTL tahun 2018 2019 2020

Salah satu aspek yang paling menarik dari saham TOTL adalah deviden. Deviden TOTL cukup menggiurkan. TOTL dikenal sebagai saham yang royal bagi deviden di IHSG selain PTBA, HMSP, dan lain sebagainya. Hebatnya lagi, rutin.

Di tahun buku 2017. Perusahaan ini membagikan 69% dari laba bersih di tahun tersebut. Sedangkan di tahun buku 2018, perusahaan konstruksi ini membagikan 65.73% dari total laba bersih. Cukup besar sekali. Padahal rata-rata di angka 50% bahkan lebih sering di bawahnya.

Nilai nominal yang dibagikan pada tahun buku 2017 Rp50, sedangkan di tahun buku 2018 sebesar Rp40. Oleh sebab itu angka deviden yield TOTL di kisaran 7-9%. Artinya punya saham ini selama 12 tahun sudah balik modal 100%.

Nah, di tahun buku 2019 perusahaan ini kemungkinan membagikan deviden dengan prosentase laba yang mungkin sedikit turun, untuk jaga-jaga kas. Maka kemungkinan deviden yield bisa di atas 8%, jika harga masih di kisaran 290-an. Bahkan stockbit menghitung 13% pada saat tulisan ini dibuat. Inilah daya tarik utama dari analisa saham TOTL.

History Saham TOTL

Analisa saham TOTL selanjutnya dari aspek history saham TOTL. Bisa dikatakan, riwayat naik turunnya saham TOTL seiring dengan kinerja yang dimilikinya. Campur tangan bandar sampai menaikkan harga berlipat-lipat tidak terlalu sering terlihat di sini. Kecuali di waktu mencapai puncak di harga 1.500. Tidak seperti grafik JSKY.

Saat ini saham TOTL memang sedang tren turun. Terutama sejak 2017 hingga 2020 terpapar covid-19. Di 2017 sahamnya berada di angka 815. Kemudian turun hingga angka 414 di awal tahun 2020. Terkena covid-19 sampai jatuh di harga sekitar 268.

Kalau muncul pertanyaan mengapa harga sahamnya terus turun. Jawabannya labanya juga turun setiap tahun. Investor pasti berpikir panjang untuk persoalan ini.

Namun demikian khusus di tahun 2020, kejatuhan saham TOTL lebih karena faktor covid-19. Seperti saham lainnya yang jatuh berdarah-darah. Artinya di posisi sekarang tidak mencerminkan harga sebenarnya. PBV-nya di angka 334. Oleh sebab itu masih cukup bagus untuk diambil.

Bahkan jika melihat riwayat saham TOTL, paling tinggi pernah menyentuh angka 1.500-an. Namun menurut kami standard secara teknikal, saham ini berada di angka 550-an. Artinya potensi capital gain masih cukup baik. Yang terdekat bisa di angka 450.

Daya tarik utama mengapa banyak yang sudi masuk di saham ini adalah deviden. Ini yang membuat saham TOTL di masa covid-19 tidak menyentuh PBV sampai di bawah 0.5 seperti AUTO dan beberapa saham yang lain.

Daya tarik selanjutnya jika sebagai investor adalah, saham ini sedang berada di titik harga terendah. Padahal performa perusahaan cukup bagus dengan kondisi yang sangat menantang. Tentu ini kesempatan bagus untuk mengoleksi.

Kesimpulan Analisa Saham TOTL

Dari analisa saham TOTL kami menyimpulkan beberapa hal yang patut diperhatikan para investor.

  1. Perusahaan TOTL merupakan perusahaan dengan kinerja bagus dengan fokus spesifik, pembangungan gedung premium. Turunnya laba masih wajar karena sektor ini mengalami tantangan hebat. Namun perusahaan ini tidak sampai merugi seperti emiten lainnya.
  2. Perusahaan TOTL juga sangat efektif dalam menggunakan modalnya sehingga ROE-nya di atas 20%. Ini merupakan angka yang sangat besar.
  3. TOTL merupakan emiten yang mencintai investor, dengan prosentase laba yang besar dibagikan, plus deviden yield yang besar sehingga patut menjadi objek investasi jangka panjang.
  4. TOTL berada di harga yang sangat rendah di tahun 2020, Rp290-Rp300. Ini merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi. Kemungkinan satu-dua tahun yang akan datang harganya akan kembali normal.
  5. Ancaman paling besar berada di eksternal, yaitu kondisi yang sangat berat untuk sektor konstruksi di tahun pandemi. Maka ini jadi pertimbangan untuk para investor.

Kami menilai 5 bintang dari lima untuk investor. Info lengkap tentang TOTL di Totalbp.com

Diolah dari beragam sumber seperti Kontan.co.id, Bisnis.com, pengalaman kami bergelut di saham, dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *