7 Fakta Pesantren Tremas Pacitan | Disertai Biaya Masuk

Posted by

Pesantren Tremas Pacitan | Bagi Anda yang belum tahu, Pondok Pesantren Tremas Pacintan merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesia yang cukup dihormati terutama di kalangan NU. 

Oleh sebab itu kami ingin mengulas banyak fakta di Pesantren Tremas Pacitan dari beragam sumber. Kami rangkum untuk memudahkan Anda dalam mendapatkan informasi penting, seperti sejarah Ponpes Tremas Pacitan, hingga Karomah Kyai Tremas. 

Sejarah Ponpes Tremas Pacitan

Nama Tremas berasal dari kata Patrem yang berarti senjata. Sedangkan Mas, artinya adalah logam mulia emas. Sehingga bisa dikatakan senjata dari emas. Ini terkait dengan sejarah dibukanya hutan oleh punggawa keraton Surakarta dan menanamkan pusakan ke dalam hutan tersebut. 

Ponpes ini didirikan oleh KH. Abdul Mannan, putra R. Ngabehi Dipomenggolo. Berdasarkan beberapa dokumen penting dari Kedutaan Besar RI di Mesir, KH. Abdul Mannan ini adalah salah satu generasi pertama orang Indonesia yang belajar di universitas tertua di dunia, yaitu Universitas Al Azhar di Kairo. 

pesantren tremas pacitan

Didirikan pada tahun 1830 M, pesantren ini lebih tua dari Gontor Ponorogo, tapi satu abad yang sama dengan Langitan Tuban. Oleh sebab itu sejarah ponpes Tremas Pacitan sangat penting bagi perkembangan pesantren di Indonesia terutama di wilayah karisidenan Madiun dan sekitarnya. 

Namun demikian secara silsilah sangat dekat dengan Gontor Ponorogo karena KH. Abdul Mannan merupakan putra dari Raden Ngabehi Dipomenggolo, peletak batu pertama pesantren yang selesai studi di Pondok Tegalsari di bawah asuhan KH. Hasan Besari. 

Pesantren ini merupakan cikal bakal dari berdirinya Gontor Ponorogo. Karena di masa kepemimpinan Kyai Khalifah (Pondok Tegalsari) kepercayaan terhadap menantu dan santrinya untuk mendirikan Gontor muncul. 

Identitas dan Kurikulum Pesantren Tremas

Pesantren Tremas Pacitan merupakan pesantren dengan identitas salafiyah, tradisional, khas pesantren-pesantren Jawa Timur seperti Sidogiri, dan Langitan. Yaitu fokus pada pendalaman pendidikan diniyah.

Modelnya adalah pendalaman kitab-kitab kuning, dengan metode sorogan, yaitu satu persatu menghadap kepada guru untuk mengaji. Metode lain dengan wetonan, yaitu berjamaah mendengarkan pengajian dari kyai untuk mengkhatamkan kitab.

Maka penguasaan bahasa arab menjadi aspek yang paling penting di pesantren ini. Imrithi, hingga alfiyah adalah pelajaran yang wajib dikuasai. Sehingga pendalaman kitab berjalan sempurna. 

Bisa dikatakan ini adalah pesantren untuk menghasilkan kyai atau dai. Karena kitab-kitab yang dipelajari sangat dibutuhkan di masyarakat, terutama kitab fiqh. Budaya bahsul masail pun menjadi tradisi harian. 

Jenjangnya tidak murni dengan model ula, wustho, dan ulya. Ada Madrasah Salafiyah Tsanawiyah 3 tahun. Ada pula Madrasah Salafiyah Mu’adalah 3 tahun, dilanjutkan dengan Ma’had Aly At Tarmasi.

Jenjang Pendidikan Formal di Tremas

Namun demikian bukan berarti tidak ada pendidikan formal. Ada beberapa pendidikan formal di pesantren ini. Inilah yang membedakan Tremas dengan pesantren salafiyah murni. 

Ada MTs Pondok Tremas, Madrasah Salafiyah Mu’adalah juga berarti ijazahnya sudah disetarakan oleh pemerintah dengan pendidikan formal. Maka jangan khawatir jika masuk ke pesantren terbaik di Pacitan ini. 

Bahkan di Tremas tersedia tahfidzul Quran. Program yang kini banyak dicari masyarakat. Tahfidzul Quran di Tremas cukup ketat. Harus benar makharijul huruf dan tajwinya. Kalau di Jawa Barat mungkin seperti Kempek Cirebon. Artinya cukup bagus. 

Jumlah Santri Tremas Pacitan

Di wilayah Jawa Timur, Pondok Pesantren Tremas Pacitan merupakan salah satu pesantren dengan jumlah santri terbanyak. Berasal dari seluruh daerah di pelosok negeri, karena memang cukup legendaris. 

PanduanTerbaik.id

Kami mendapatkan info dari website pacintanku.com jika jumlah santrinya total mencapai 4000-an. Ini cukup banyak. Oleh sebab itu pesantren ini memiliki lokasi yang cukup luas. 

Karomah Kyai Tremas

Dari dulu hingga tulisan ini dibuat, salah satu yang mashur dari pesantren Tremas Pacitan adalah Karomah Kyai Tremas. Sehingga peziarah terus berdatangan, baik ketika haul, atau di luar agenda tersebut.

Dari banyak kyai Tremas sejak pendirian pesantren, memang salah satu yang paling mashur adalah KH. Dimyathi yang memimpin pada tahun 1894 hingga 1934. Dari halaman resmi Pesantren Tremas Pacitan, periode ini disebut dengan masa keemasan pertama. 

Sehingga KH. Dimyathi diulas di mana-mana dari perjuangan, karomah kyai Tremas, hingga kisah-kisah yang mengelilingi beliau. Bahkan kalau bicara pesantren Tremas Pacitan, maka bisa dikonotasikan dengan pesantren KH. Dimyathi. 

Tradisi Unik Pesantren Tremas Pacitan

Pesantren ini dikenal memiliki gaya berpakaian sarungan, koko dan kopyah putih. Dihiasi dengan profil yang rendah hati, santri-santri begitu indah terlihat. Namun ada banyak pula tradisi unik di pesantren ini. 

Ada beberapa tradisi yang dilakukan di Pondok Pesantren Tremas dan tidak ditemukan di tempat lain, yaitu:

Tradisi Nahun

Nahun merupakan salah satu tradisi yang paling populer terdengar di Pondok Pesantren Tremas. Apa itu tradisi nahun? Nahun, dalam arti hakiki, berarti tekun belajar dan tidak keluar dari kompleks pesantren dalam jangka waktu 3 tahun, 3 bulan, atau 3 hari. 

Selain itu, nahun juga berarti tirakat atau lelakon. Tradisi ini dilakukan para santri ketika zaman dahulu belum ada transportasi, kecuali gerobak. Karena letak pesantren yang jauh dari kampung halaman, akhirnya mereka harus menahan diri untuk tidak pulang dan memilih untuk bergiat menimba ilmu di pesantren. 

Sampai saat ini, tradisi ini masih dilakukan oleh para santrinya. Walau demikian, tidak ada aturan khusus yang mematok seberapa lama seorang santri melakukan nahun. Pihak pondok pesantren pun tidak mengatur tentang hal ini, sehingga tradisi ini dilakukan sesuai dengan keinginan santri itu sendiri.

Tradisi Tidak Tidur Siang

Tradisi ini sudah mengakar di kalangan Pondok Pesantren Tremas, dan dilakukan sejak hari pertama kedatangan mereka di Tremas. Seringkali disebut tradisi tidak tidur seminggu. Tidak ada aturan yang tertulis pula mengenai tradisi ini. Namun bila dicermati, tradisi ini sebenarnya memiliki makna yang positif.

Tradisi tidak tidur siang selama satu minggu ini merupakan tes mental untuk menguji sejauh mana kesungguhan dan ketekunan santri baru dalam menuntut ilmu di Tremas. 

Apabila santri tersebut berhasil menjalankannya, hal tersebut merupakan pertanda baik bagi keberlangsungan belajarnya di Pondok Pesantren Tremas Pacitan. Bahwa ia akan betah dan kerasan untuk tinggal di pesantren.

Kegiatan Ekstrakulikuler yang Beragam

Fakta terbaik pesantren Tremas yang berikutnya adalah bahwa pesantren ini memiliki kegiatan ekstrakulikuler yang beragam. Di antaranya adalah tahsin dan tahfidz, tahassus kitab salafy, seni baca Al-Qur’an, khitobah 3 bahasa, hadroh, praktek ubudiyah, pramuka, bela diri, english club, komputer, futsal, volly, basket, dan tenis meja.

Dengan tersedianya berbagai macam kegiatan ekstrakulikuler ini, para santri yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Tremas tentunya dapat mengembangkan skill tambahan, selain sebagai wadah untuk mengekspresikan diri dan melakukan hal yang disenangi.

Biaya Pondok Pesantren Tremas

Pondok Pesantren Tremas mematok biaya pendidikan yang cukup terjangkau bagi para santri yang ingin belajar di sana. Untuk Madrasah Putra Isti’dad Mukim di Asrama membutuhkan biaya sekitar 1.140.000. Ini adalah program awal di pesantren.

Sedangkan untuk program sobahi Putra Mumtaz mukim di asrama sekitar Rp1.030.000. Nah di pesantren ini boleh jadi santri kalong, atau non mukim, biayanya Rp832.000.

Untuk madrasah Mas’i (sore) putra lebih rendah, Rp740.000. Sedangkan untuk putri yang mukim di asrama sekitar Rp978.000. Adapun putri non asrama sekitar Rp822.000.

Tentu biaya ini cukup murah dibandingkan dengan pesantren-pesantren lain yang mencapai juta-jutaan. Bahkan lebih dari 10 jutaan. Padahal ilmu agama yang disediakan sangat melimpah.

Pendaftaran Pondok Pesantren Tremas

Untuk pendaftaran pesantren Tremas Pacitan bisa melalui online di website resminya https://pondoktremas.com/. Namun demikian nantinya juga ada pendaftaran ulang disertai dengan orang tua santri. 

Alamat lengkapnya adalah Pondok Tremas Pacitan Jl. Patrem No.21 Tremas Arjosari Pacitan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *