Model Pembelajaran Talking Stick Kelebihan dan Kekurangan

Posted by

Model pembelajaran talking stick merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran kooperatif. Model yang melibatkan siswa bekerja sama secara kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 5 orang.

Model pembelajaran ini cukup baru. Tapi mulai banyak yang mengikutinya. Selengkapnya simak ulasan kami berikut ini. Kami rangkum dari beragam sumber.

Definisi Model Pembelajaran Talking Stick

Secara bahasa, talking stick berasal dari bahasa inggris “talking” yang artinya berbicara, dan “stick” yang artinya tongkat.

Di rangkum dari berbagai literatur, metode pembelajaran talking stick secara singkat merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berani berbicara dan mengemukakan pendapatnya kepada orang lain.

Menggunakan tongkat sebagai media, berfungsi untuk merangsang siswa agar bertindak cepat untuk menjawab pertanyaan guru sekaligus untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan.

Sejarah Model Pembelajaran Talking Stick

Dalam sejarahnya, pembelajaran talking stick / “tongkat berbicara” sebenarnya sudah lama digunakan berabad-abad lamanya oleh suku – suku indian.

Tongkat berbicara tersebut digunakan sebagai alat mendengar / menyimak secara adil dan tidak memihak. Tongkat ini sering kali digunakan kalangan dewan untuk memutuskan siapa yang berhak menyuarakan gagasan ataupun pendapatnya.

Pemimpin rapat sebagai ketua, harus memegang tongkat berbicara ketika ia memulai sebuah diskusi dan membahas suatu masalah.

Kemudian, tongkat tersebut akan berpindah ke orang lain yang ingin berbicara ataupun mengemukakan hak menanggapi diskusi itu. Begitu seterusnya dan dikembalikan lagi kepada pemimpin rapat.

Oleh karena itu, model pembelajaran ini bisa juga disebut sebagai model pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk berbicara / menjawab pertanyaan guru secara bergiliran / bergantian.

Tidak harus kaku dan tegang, model pembelajaran ini bisa dibuat menyenangkan agar suasana kelas semakin ceria. Salah satu triknya adalah menggunakan sebuah lagu.

Dan ini bisa menjadi inovasi untuk generasi milenial saat ini, karena sistem pengaplikasiannya yang mudah dan sesuai dengan jiwa anak-anak / remaja yang ingin lebih didengar suaranya.

Model Pembelajaran Talking Stick
Model pembelajaran talking stick

Ciri – ciri Model Pembelajaran Talking Stick

Dalam proses pembelajarannya, ada beberapa ciri – ciri model pembelajaran talking stick. Di antaranya :

  • Siswa belajar kooperatif lewat kelompok.
  • Kelompok belajar siswa dibentuk secara heterogen. Mulai dari siswa dengan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
  • Selain dari kemampuan akademik, hendaknya siswa dikelompokkan dengan ras, budaya, suku, dan jenis kelamin yang berbeda-beda.
  • Penghargaan maupun hukuman hendaknya fokus pada kelompok bukan individual. Agar siswa bisa belajar kerja sama dengan tim sekelompok.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Talking Stick

Adapun langkah – langkah yang perlu diperhatikan guru atau pengajar dalam model pembelajaran talking stick yakni :

Pertama, guru membagi siswa dan membentuk kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 orang.

Kedua, setelah pembagian kelompok, guru menyiapkan sebuah stick atau tongkat yang panjangnya sekitar 20 cm. Selanjutnya, guru bisa memulai kelas dengan penyampaian materi pokok yang akan dipelajari siswa. Arahkan peserta didik untuk membaca dan mempelajari materi tersebut.

Ketiga, jika siswa sudah selesai membaca dan mempelajari materi yang diberikan oleh guru, maka siswa bisa membangun diskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.

Keempat, kegiatan dilanjutkan dengan guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok secara acak, siapa yang menerima tongkat guru maka dia wajib menjawab pertanyaan yang diberikan dan begitu seterusnya.

Namun jika siswa kesulitan menjawab, maka teman sekelompoknya boleh membantu menjawab. Dan siswa yang tidak dapat menjawab, maka akan mendapatkan sanksi sesuai kesepakatan.

Di tahap ini, sebenarnya guru bisa memodifikasi dengan cara siswa beramai-ramai menyanyikan sebuah lagu dan tongkat diputar hingga habis lagu yang dinyanyikan. Adapun siswa yang mendapatkan sanksi adalah yang memegang tongkat saat lagu habis.

Kelima, langkah terakhir adalah guru memberikan kesimpulan dan melakukan evaluasi / penilaian, baik secara kelompok maupun individu. Dan guru menutup pembelajaran.

Bisa dilihat, model pembelajaran talking stick tidaklah rumit, tetapi memang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam prosesnya.

Keunggulan dan Kelemahan

Tentunya Anda bertanya-tanya kiranya apa saja kelebihan dan kekurangan model pembelajaran talking stick itu? Berikut penjabarannya :

  • Model pembelajaran ini bisa menjadi alat ukur kesiapan peserta didik dalam belajar.
  • Melatih peserta didik berpikir dan memahami materi dengan cepat.
  • Memotivasi peserta didik agar lebih giat dalam belajar, karena siswa tidak tahu kapan gilirannya mendapatkan tongkat tersebut.
  • Melatih peserta didik lebih berani dalam mengemukakan pendapatnya.

Kekurangan

Sedangkan kekurangan model pembelajaran ini di antaranya :

  • Bagi peserta didik yang belum menguasai materi, akan membuat mereka tegang dan tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan.
  • Nyali siswa akan menciut dan merasa tertinggal dari teman-temannya yang pintar dan cepat memahami materi kelas.
  • Model pembelajaran ini kurang efektif karena membutuhkan waktu yang cukup lama, kecuali guru tidak memberikan tongkat tersebut hanya kepada beberapa peserta didik saja.
  • Guru hendaknya memberikan sanksi yang tepat, agar tidak menghambat proses pembelajaran.

Nah, dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model ini sedikit banyak membuat peserta didik harus selalu siap sedia mendapatkan pertanyaan.

Selain itu, keaktifan peserta didik dalam kelas juga membantu menghidupkan kelas menjadi semakin menyenangkan. Semoga bisa menjadi bacaan yang bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *