Kurikulum 1952 Kelebihan dan Kekurangan

Posted by

Kurikulum 1952 merupakan salah satu yang legendaris di Indonesia. Dekat dengan masa kemerdekaan, awal pendidikan berkembang di nusantara. Oleh sebab itu sangat menarik untuk kita ketahui. 

Dalam dunia pendidikan di Indonesia khususnya, ada beragam kurikulum yang sudah pernah menjadi acuan belajar siswa dan siswi di sekolah. Mulai dari kurikulum 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2000, 2006, hingga yang terbaru kurikulum k-13. 

Namun kali ini, kami hanya akan fokus mengulas sekilas tentang kurikulum kedua sejak kemerdekaan. Penasaran ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kurikulum 1952 ini? 

Telaah Kurikulum 1952

Kurikulum 1952 adalah kurikulum penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, kurikulum 1947. Untuk telaah kurikulum lebih detil kami akan bahas sekilas tentang kurikulum ini. 

kurikulum 1952

Kurikulum ini lahir dengan nama yang cukup unik. Yakni rentjana pelajaran terurai 1952. Dinamakan seperti itu karena kurikulum 1952 lebih merinci semua mata pelajaran yang ada. 

Jika kurikulum 1947 adalah kurikulum pertama setelah kemerdekaan, maka kurikulum setelahnya adalah kurikulum pertama yang mempunyai dasar hukum operasional. Oleh sebab itu dalam dalam catatan sejarah selalu dicari. 

Undang – undang dan Struktur Kurikulum

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, kurikulum 1952 mempunyai undang – undang yang menetapkan tentang lahirnya kurikulum ini. Pedoman atau landasan yuridis kurikulum ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum 1947. Yang mana landasan idillnya tetap pancasila dan UUD 1945. 

Adapun landasan operasional kurikulum 1952 ada 2. Yang pertama adalah UU pendidikan dan pengajaran no. 4 tahun 1950. Dan yang kedua adalah UU no. 12 tahun 1954. 

Oleh karena itu terdapat beberapa rumusan tujuan pendidikan kurikulum 1950 menurut UU no. 4 tahun 1950 sebagai berikut : 

  • Kurikulum pendidikan rendah ditujukan untuk menyiapkan siswa agar memiliki dasar – dasar pengetahuan, kecakapan, dan ketangkasan lahir batin sesuai dengan bakat yang dimilikinya. 
  • Kurikulum pendidikan menengah fokus melahirkan generasi siswa dan siswi agar siap melanjutkan sekolahnya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan mempersiapkan tenaga ahli sesuai dengan bakat dan kebutuhan masyarakat. 
  • Yang ketiga, dengan kurikulum pendidikan tinggi ditujukan untuk menyiapkan siswa ke depannya siap menjadi seorang pemimpin, mengajarkan ilmu, dan memajukan masyarakat di sekitarnya. 
  • Sesuai bab 2 pasal 3 pada UU no 4 tahun 1950, tujuan pendidikan adalah membentuk generasi yang susila, cakap, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab terhadap masyarakat dan tanah air. 

Penerapan Struktur Pendidikan Kurikulum 1952

Selanjutnya, dengan dua landasan hukum, kurikulum ini memiliki ciri tersendiri. Yaitu setiap rencana pelajaran harus ada kaitannya dengan kegiatan hari – hari siswa maupun siswi. 

Karenanya, rencana pelajaran kurikulum 1952 dibagi menjadi 7 kelompok. 

  • Kelompok bahasa – diisi dengan tiga mata pelajaran bahasa, bahasa Indonesia, Inggris, dan daerah. 
  • Kelompok ilmu pasti – terdapat 2 mata pelajaran, ilmu ukur, berhitung dan aljabar. 
  • Kelompok pengetahuan alam – ilmu alam (kimia) dan ilmu hayat. 
  • Kelompok pengetahuan sosial – ilmu bumi dan pelajaran sejarah. 
  • Kelompok ekonomi – tidak lain dan tidak bukan berisi mata pelajaran tentang hitung dagang dan pengetahuan dagang. 
  • Kelompok ekspresi – berisi mata pelajaran seni suara, menggambar, dan kerajinan tangan (disebut juga kerajinan wanita) 
  • Yang terakhir ada pendidikan jasmani – yang membahas budi pekerti dan agama. 

Nah, dari struktur pendidikan, bisa dilihat dalam proses pembelajaran kurikulum fokus pada penerapan etika, moral, dan nilai – nilai yang berlaku. 

Selain itu, nilai kedisiplinan, kerajinan, sopan – santun, dan aspek tambahan lainnya ditanamkan pada tingkah laku guru dan peraturan sekolah yang tegas. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa proses belajar dan mengajar kurikulum 1952 berpusat pada guru. Di mana semua informasi mutlak siswa terima dari gurunya. 

Kekurangan dan Kelebihan

Adapun kekurangan yang ada pada kurikulum 1952 sebagai berikut : 

  • Sayangnya kurikulum ini belum bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia, karena pola yang dimiliki kurikulum tersebut baru mengarah pada sistem nasional saja. 
  • Fokus kurikulum masih pada kebutuhan untuk hidup masyarakat pada masanya, sehingga materi kurikulum belum berorientasi pada masa depan, artinya belum menentukan visi masa depan. 
  • Baik guru ataupun pengajar tidak bisa berkreasi dan berinovasi bebas, karena mata pelajaran sudah disusun secara terperinci pada kurikulum di era Soekarno tersebut.

Meskipun begitu, kurikulum 1952 tetap mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya : 

  • Kurikulum ini juga sudah bisa mengarah pada sistem pendidikan di Indonesia secara nasional, meskipun masih belum bisa merata hingga ke pelosok daerah. 
  • Memiliki sistem satu guru satu pelajaran, sehingga tidak ada lagi guru yang harus mendapatkan beban mengajar berlebihan yang tidak sesuai dengan kemampuannya. 
  • Dengan kurikulum ini, mata pelajaran bisa disusun sesuai dengan orientasi kebutuhan hidup para siswa. 

Jadi bagi siswa maupun siswi yang tidak bisa melanjutkan sekolah, tetap mempunyai ilmu yang berguna di tengah masyarakat.

Inilah sekilas ulasan kami, semoga bisa menjadi manfaat dan informasi tambahan bagi semua. Jika ingin tahu kurikulum pondok pesantren yang disebut KMI bisa diperiksa di sini.

Kurikulum 1952 PDF

Adapun jika menginginkan jurnal tentang kurikulum, atau kurikulum 1952 PDF bisa mengikuti link yang kami berikan berikut ini. Tinggal klik saja, nanti akan mengunduh dengan otomatis. Di sini.

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *