Perbedaan UKT dan BKT Biaya Kuliah dari Pengertian sampai Contoh

Posted by

Perbedaan UKT dan BKT masih menjadi pertanyaan yang sering dijumpai banyak orang khususnya calon mahasiswa baru yang akan menduduki bangku perkuliahan.

Nah pada kesempatan kali ini, kami akan bantu menguraikan apa sih yang dimaksud dengan UKT dan BKT berikut perbedaan keduanya. Informasi yang ada di sini bersumber dari beberapa bacaan dan juga artikel yang kami rangkum di internet. Semoga bisa bermanfaat.

Pengertian UKT

Uang Kuliah Tunggal atau yang lebih dikenal dengan UKT adalah biaya yang dibebankan pada mahasiswa dalam satu semester penuh dan sistem pembayaran ini berlaku untuk seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

Singkatnya, dengan sistem UKT ini mahasiswa hanya perlu membayar satu komponen biaya saja setiap semesternya dan jumlahnya sama rata dari semester awal hingga akhir. Selain itu, mahasiswa tidak perlu lagi membayar uang gedung, uang praktikum, dan uang pungutan lainnya secara terpisah.

Perbedaan UKT dan BKT

Pengertian BKT

Sedangkan yang dimaksud dengan BKT adalah biaya kuliah tunggal. Maksudnya adalah biaya keseluruhan operasional yang dibebankan kepada mahasiswa setiap semesternya sesuai dengan jurusan yang dipilihnya.

Biaya kuliah tunggal (BKT) dihitung berdasarkan biaya langsung dan tak langsung. Istilahnya BKT adalah estimasi biaya apa saja yang dibutuhkan selama mahasiswa melalukan perkuliahan dan dipatok rata ke semua orang tanpa adanya diskriminasi.

Selain itu perlu diperhatikan juga bahwa setiap kampus memiliki kisaran BKT yang berbeda – beda per-jurusannya. BKT mahasiswa jurnalistik mungkin saja lebih rendah dari BKT mahasiswa jurusan kedokteran yang tinggi.

Perbedaan UKT dan BKT

Lantas, apa perbedaan UKT dan BKT? Adapun perbedaan dasar antara BKT dan UKT adalah sebagai berikut:

Pertama, UKT merupakan biaya yang disesuaikan dengan kondisi / kemampuan ekonomi calon mahasisiwa, sedangkan BKT sendiri adalah dasar penetapan biaya yang akan dibebankan kepada calon mahasiswa sesuai dengan jurusannya masing – masing.

Kedua, secara sistem, UKT merupakan subsidi silang dari pemerintah yang fungsinya memeratakan pendidikan sehingga mahasiswa kurang mampu bisa tetap mengenyam bangku perkuliahan. Sedangkan BKT tidak mendapatkan potongan dana bantuan dari pemerintah. Jadi perbedaan UKT dan BKT cukup jelas.

Ketiga, penerapan UKT berdasarkan BKT. Jika BKT jurusan mahasiswa itu tinggi, maka besaran UKT yang harus dikeluarkan pun tetap tinggi. Hal ini karena subsidi tidak bisa diberikan secara full atau penuh.

Akan tetapi, tidak semua jurusan menetapkan BKT tinggi, beberapa jurusan ada yang mematok biaya yang cukup rendah. Karena BKT dihitung berdasarkan biaya standar operasional saja.

Oleh sebab itu, calon mahasiswa hendaknya rajin mensurvey jurusan yang diminati, bukan dari jumlah kuotanya saja melainkan juga berapa estimasi biayanya.

Baca: Biaya Kedokteran UIN Ternyata Tidak Mahal

Contoh Besaran UKT

Adapun contoh besaran UKT dibagi menjadi beberapa kategori. Dari sini kita lebih paham perbedaan UKT dan BKT. Umumnya pembagian kategori UKT kampus negeri dibagi menjadi 5 kelompok sesuai dengan Permendikbud No. 55 Tahun 2015 dengan menimbang beberapa hal terkait kondisi ekonomi calon mahasiswa.

Seperti berapa total penghasilan orang tua / wali calon mahasiswa, kondisi rumah, jumlah kendaraan yang dimiliki, biaya pengeluaran listrik dan air selama sebulan, pajak, dan lain sebagainya. Detailnya sebagai berikut:

UKT Kelompok I: Kelompok UKT I adalah kelompok yang paling rendah dengan tarif sekitar 0 – Rp. 500.000 ribu. Kelompok UKT I diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu. Misalnya orang tua mahasiwa tersebut bekerja sebagai kuli bangunan, buruh, tukang becak dan lain – lain.

UKT Kelompok II: UKT kelompok II merupakan mahasiswa yang orang tuanya memiliki penghasilan antara Rp. 500.000 ribu sampai Rp. 1.000.000 juta setiap bulannya.

UKT kelompok III: UKT kelompok III merupakan kelompok mahasiswa yang kemampuan ekonominya rata – rata atau kelas menengah. Orang tua / walinya memiliki penghasilan yang cukup sekitar 1 – 3 juta.

UKT Kelompok IV, V: Selanjutnya untuk kelompok IV tergolong kelas menengah ke atas dengan penghasilan orang tua 2 – 3 juta perbulan.

Demikian juga dengan kelompok V tarif UKT-nya bisa mencapai 3 – 4 juta dan akan terus meingkat sesuai kelompoknya. Pada intinya, semakin naik kelompoknya maka semakin besar juga kisaran UKT yang dibayarkan sesuai dengan jurusannya masing – masing.

Perbedaan UKT dan BKT

Demikian uraian informasi mengenai perbedaan UKT dan BKT. Semoga dapat menjawab keresahan dan kebingungan para pembaca, khususnya calon mahasiswa baru.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *