cara membuat sekolah dan pesantren inden

Moving Class | Sistem Pendidikan Atraktif untuk Millenial

Posted by

Moving class, mungkin banyak yang belum familiar dengan istilah ini. Padahal sistem ini cukup populer di sekolah-sekolah bertaraf nasional dan internasional seperti yang ada di salah satu SMP Islam di Tangerang Selatan.

Oleh sebab itu kami akan menjelaskan apa sebenernya sistem moving class yang mulai ngetrend ini. Termasuk strategi pelaksanaan moving class, manajemen moving class, fungsi moving class, sampai contoh moving class yang sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah.

Pengertian Moving Class

Moving class adalah istilah bahasa inggris yang artinya kelas yang berubah, atau bergerak. Dalam artinya jika merujuk pada elemen penting pendidikan yaitu guru, siswa, kurikulum dan kelas. Maka berarti kelasnya tidak menetap.

Nah di sinilah yang unik. Biasanya siswa menetap di satu kelas, kemudian gurunya akan berganti-ganti. Siswa berpindah hanya pada saat ketika siswa menginginkan untuk pergi ke laboratorium, entah bahasa atau IPA.

moving class

Tapi dalam sistem sekolah model ini, kelas benar-benar tidak tetap. Satu pelajaran akan ada satu kelas. Kemudian guru menetap pada satu tempat saja yang sudah dikondisikan dengan materi yang akan diajarkan. 

Penerapan di Pesantren

Sebenarnya ini adalah sistem yang juga sudah lama digunakan di pesantre. Bisa dibaca sejarah pesantren di sini. Santri mendatangi kyai.

Jadi satu kyai dikenal dengan satu keilmuan tersendiri. Namun tempatnya tidak seperti kelas spesial. Tapi konsepnya sama. Biasanya kyai hanya duduk di satu halaqah tertentu, di mushala, atau di masjid.

Nanti santri yang mendatangi. Ingin mahir di satu bidang, datang lagi ke satu guru. Begitu seterusnya. Kini sistem ini berfungsi lebih modern. Tidak hanya tersedia guru, tapi sekaligus sudah dikondisikan kelas dengan materi pembelajaran tertentu. 

Fungsi Moving Class

Moving class memang menjadi daya tarik tinggi karena memiliki beberapa fungsi utama. Di antara fungsi untuk siswa yang menonjol adalah membangun keceriaan belajar. 

Moving class TK, moving class SD, bahkan moving class paud pada dasarnya menimbulkan satu aspek yang sama. Hanya manajemen pelaksanaannya yang berbeda.

Karena di setiap mata pelajaran akan memiliki suasana berbeda. Di sinilah titik penting kelebihannya di sekolah. Intinya sudah seperti lab di setiap mata pelajaran. Jadi kalau ke kelas geografi sudah dipenuhi dengan globe, peta, bendera, dan lain sebagainya.

Biologi sudah penuh dengan gambar-gambar tubuh, mungkin saja ada hewan hidup untuk uji coba. Plus gurunya dengan pakaian yang juga menyesuaikan mata pelajaran.

Siswa pada akhirnya di sekolah tidak pernah bosan. Tidak monoton. Guru yang menerangkan ahli, ruangannya atraktif. Inilah fungsi moving class yang paling besar.

Menumbuhkan Soft Skill

Sisi positif yang paling dominan adalah menumbuhkan soft skill siswa. Ketika kegiatan moving class terjadi maka siswa akan berpindah bersama-sama. Di situlah masing-masing belajar untuk kerjasama menuju ke kelas yang lain.

Kemampuan Komunikasi

Yang selanjutnya adalah menumbuhkan kemampuan komunikasi. Siswa ketika berpindah kelas akan terjadi komunikasi sembari berjalan. Tidak hanya diam dan duduk. Hal inilah yang terkadang masih minim di antara siswa di Indonesia.

Jiwa Adaptif

Fungsi moving class selanjutnya adalah menumbuhkan jiwa adaptif di setiap kondisi yang baru. Biasanya di sekolah besar, sistem ini mempertemukan siswa yang berbeda dengan kelas sebelumnya.

Apalagi kalau menggunakan sistem SKS. Jiwa adaptif dilatih. Karena memang pelaksanaan program ini paling mudah terjadi pada sekolah dengan SKS.

Strategi Pelaksanaan Moving Class

Hal yang paling penting dalam pelaksanaan moving class adalah kemampuan dari sekolah itu sendiri. Strategi pelaksanaan moving class berawal dari kemampuan sumber dana. Karena memang butuh lebih banyak dibanding sekolah biasa.

Ibaratnya Anda membangun banyak laboratorium. Kalau ada 6 pelajaran pokok yang berbeda, maka ada enam kelas. Kalau ada 8 pelajaran, maka ada 8 kelas yang berbeda. 

Ketika sumber dana Anda cukup maka strategi pelaksanaan moving class yang paling sulit adalah pengaturan siswa. Yaitu ketika terjadi pergantian pembelajaran. Anda harus menetapkan waktu peralihan pelajaran. Kalau tidak, maka manajemen moving class akan berjalan dengan buruk.

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah jarak antara kelas. Meskipun konsepnya menggerakkan siswa agar lebih ceria. Tapi kalau terlalu jauh antara satu kelas dengan yang lain, justru akan menyedot fisik siswa. Maka jaraknya dibuat jangan terlalu jauh.

Meskipun sistem ini cukup menarik, tapi jika dilaksanakan pada siswa usia dini akan berjalan sulit. Perlu pendampingan ekstra. Karena itu sangat jarang terjadi moving class sd, moving class TK, moving class paud. 

Contoh Moving Class

Contoh moving class di sekolah salah satunya di Alexandira Boarding School. Konsepnya di sekolah ini mengenalkan lebih dini pembelajaran dengan model kelas berpindah-pindah agar di perguruan tinggi tidak kaget. 

Selain itu adalah SMA Pradita Dirgantara Boyolali. Ini menjadi salah satu contoh moving class yang populer. Ini adalah sekolah penerbangan. Dan memang memiliki sistem SKS, sehingga pelaksanaan konsep siswa yang bergerak menjadi lebih mudah.

Ada jurnal yang membahas khusus tentang sistem moving class, bisa dibaca di sini.

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *