Perang Dagang, Indonesia di Posisi Terbaik

Posted by

Perang di era millenial  terjadi dengan bentuk perang dagang. Efeknya pun sangat terasa di skala global. Bahkan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi menjadi lesu.

PanduanTerbaik kali ini hadirkan informasi tentang bagaimana sebenarnya perang dagang dari A-Z, serta efeknya agar mudah dimengerti. Tentu saja tulisan ini adalah hasil kompilasi dari beragam sumber agar menghadirkan sudut pandang yang seimbang.

Yang Dimaksud Perang Dagang

Yang dimaksud perang dagang adalah pertempuran di antara beberapa pihak yang berkepentingan dalam hal perdagangan dengan mengedepankan unsur rugi dan laba bagi suatu Negara.

Contohnya ketika satu Negara digempur barang dari China yang murah, imbasnya produk domestik milik Amerika kalah dan penjualan melambat, karena mahal. Sehingga Negara Amerika menggempur balik dengan cara yang bervariasi agar ekonomi tumbuh dengan baik.

Yang Terlibat dalam Perang Dagang

Tapi dalam perang dagang tidak semua Negara terlibat. Hanya Negara dengan ekonomi kuat yang terlibat. Terutama Negara produsen dengan neraca dagang yang surplus. Seperti Amerika sebagai produsen barang-barang elektronik, baja, dan lain sebagainya.

Kedua tentu saja China. Negara tirai bambu ini sudah menjelma menjadi Negara terbesar kedua di dunia. Meskipun Amerika adalah Negara produsen besar, tapi pabriknya hampir semuanya di China. Maka kedua Negara adidaya punya kepentingan yang besar. Jika pabrikan Amerika keluar dari China, sudah bisa dipastikan harga produksi mahal.

Ketiga Jepang. Negara ini dikenal sebagai produsen teknologi yang super duper kuat. Di Negara mana saja, mobilnya berkeliaran. Dan mesin-mesin besar lainnya. Oleh sebab itu Negara ini memiliki daya tawar besar. Tapi musuhnya justru bukan Amerika atau China, ternyata Korsel.

Baca: 7 Saham Terbaik Saat Perang Dagang

Ya, Negara keempat yang terlibat adalah Korea Selatan. Negara ini tumbuh menjadi salah satu yang terkuat dalam peta dunia. Tidak hanya dari film atau drama saja, tapi juga teknologi, Samsung, juga mobil, Hyundai.

Korea Selatan dan Jepang seperti melanjutkan kisah klasik mereka di masa lalu, keduanya memiliki sejarah perselisihan panjang.

Lalu apakah Indonesia di Posisi Terbaik?

Mengapa Perang Dagang Terjadi?

Perang dagang sebenarnya sebagai usaha Donald Trump untuk melindungi usaha dalam negeri yang dimilikinya. Ini bermula ketika Trump mengenakan tambahan bea masuk impor baja sebesar 25% dan alumunium sebesar 10% pada 22 Maret 2018. Imbasnya harga barang impor menjadi lebih mahal.

China tidak terima, karena jika hal tersebut berlaku, barang-barang miliknya menjadi tidak begitu laku. Giliran barang AS dikenakan bea masuk ke China sebesar 15-25%. Jangan lupa, China memiliki populasi terbesar di dunia, 1,4 milyar jiwa. Konsumen potensial.

Kejadian seperti ini pada akhirnya terjadi berkelanjutan, saling berbalas tambahan biaya dan lain sebagainya. Puncaknya ketika Huawei, perusahaan raksasa teknologi China akan dilucuti dari sistem operasi Android. Tapi Huawei sudah siap meluncurkan sistem operasi Hongmeng, Agustus 2019.

Yang terakhir, Agustus 2019, Trump meminta perusahaan AS keluar dari China.  

Efek Perang Dagang bagi Ekomi Global

Imbas perang dagang yang demikian sengit berpengaruh bagi global. Terutama karena ekonomi menjadi tidak tentu. Harga-harga sulit dikontrol. Pasar modal berguguran, apalagi banyak investor berasal dari negeri paman sam.

Pemasok bahan baku untuk China dan Amerika pun dibuat ketar-ketir. Tidak ada kepastian. Harga bisa runtuh. Seperti batu bara yang kemudian anjok. Salah satu sebabnya, China mengurangi impor batu bara dan memperbesar volumi produksinya.

Semua menunggu ujung dari cerita perang keduanya agar ekonomi menjadi stabil.

Posisi Terbaik Indonesia dalam Perang Dagang

Indonesia dalam percaturan ekonomi dunia lebih cenderung sebagai sasaran produk. Cenderung importir. Adapun untuk ekspor lebih banyak kepada bahan baku seperti batu bara, dan lain sebagainya. Tengok saja saham-saham perusahaan batu bara, ambrol. Karena serapan dari China mengecil. Harga batu bara dunia anjlok.

Namun porsi ekspor Indonesia di dunia internasional tidak besar. Maka tidak banyak terkena eskalasi konflik perang dagang. Indonesia di Posisi Terbaik.

Dikutip dari Tirto.id, Chatib Basri menyampaikan, “Indonesia beruntung karena share ekspor kita kecil. Anda kalau mau terhindar dari penyakit di luar jangan keluar rumah. Kalau tinggal di dalem ya enggak kena,” Selasa (20/8/2019).

Tapi meskipun tidak begitu besar terasa imbasnya, tetap saja ekonomi menjadi lesu, karena efek global, pertumbuhan masih kecil di angka 5%.

Share This:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *