Pemilik Pesantren Gontor Siapa?

Posted by

Pemilik pesantren Gontor itu siapa? Ini pertanyaan yang sering dilontarkan mengingat pondok pesantren di Jawa Timur ini memiliki puluhan ribu santri dengan total kampus dua puluh yang tersebar di seluruh Indonesia.

Oleh sebab itu kami akan mengulas siapa sebenarnya pemiliki pesantren Gontor dan bagaimana polanya. Kami pernah nyantri di pesantren ini, dan kami rangkum dari website resmi, jurnal, serta media Warta yang diterbitkan oleh Gontor.

Pesantren di Indonesia

Pesantren di Indonesia pada umumnya memang memiliki pola dimiliki oleh golongan atau bahkan dimiliki oleh individu yang berpusat kepada kyai. Sehingga sering menjadi pertanyaan lembaga pendidikan tentang kepemilikan sebuah pesantren.

Bahkan di pesantren-pesantren klasik yang sudah besar sekalipun. Cenderung dimiliki oleh individu. Bentuknya adalah asrama-asrama kecil yang dimiliki oleh keluarga A, B, dan C. Tapi nama induknya tetap nama pesantren tersebut.

Pemilik Pesantren Gontor Siapa

Sebut saja misalkan pesantren At Taqwa, nanti asramanya tinggal pilih, mau tinggal di asrama kyai siapa, nah ini milik individu. Yang kemudian eksistensinya menjadi kecil-kecil. Hal inilah yang sering terjadi di Indonesia.

Sejarah Pesantren Gontor

Pondok Pesantren Gontor berdiri pada tahun 1926. Pendirinya adalah tiga bersaudara yang dikenal luas sebagai trimurti. Yaitu KH. Ahmad Sahal, KH. Imam Zarkasyi, KH. Zainudin Fananie. Komposisi ini menarik karena umumnya pimpinan pesantren berjumlah satu orang. Kami sudah menulis sisi menariknya di sini.

Otomatis pondok pesantren Gontor dimiliki oleh tiga sosok ini. Bagaimana bentuk kepemilikan dan lain sebagainya kami tidak mendapatkan sumber otoritatif. Namun ketiganya merupakan kakak beradik. Jika ada pertanyaan ketika itu, siapa pemiliki pesantren Gontor? Maka dengan kata lain merujuk ke pendiri.

Namun demikian ketulusan keluarga ini patut menjadi inspirasi pesantren di Indonesia. Niat untuk membesarkan dan berpikir jauh ke depan membuat aspek kepemilikan dipikirkan secara matang.

Mungkin saat itu berpikir, ketika pesantren masih kecil, mungkin tidak banyak friksi, tapi kalau sudah besar, khawatir seperti pesantren lain yang hanya menjadi bagian-bagian kecil keluarga. Maka kemudian pondok pesantren Gontor melepaskan kepemilikan pribadi tersebut. Bagaimana caranya?

Pemilik Pesantren Gontor adalah Umat

Caranya adalah pesantren Gontor diwakafkan kepada umat Islam. Sehingga tidak ada unsur kepemilikan pribadi pada pesantren Gontor. Maka kalau ditanya siapa pemilik pesantren Gontor? Jawabannya adalah umat Islam.

Peristiwa ini terjadi pada 12 Oktober 1958 dimana pendiri pesantren Gontor mewakafkan benda bergerak dan tak bergerak kepada umat Islam. Ketika itu yang diwakafkan adalah tanah kering seluas 1.740 Ha, dan tanah basah atau sawah seluas 16.851 Ha dan gedung beserta peralatannya sebanyak 12 buah.

Tentu butuh kebesaran hati yang begitu dalam dari keluarga dan pendiri untuk melepaskan harta kekayaan sebanyak ini. Tanpa niat tulus, hal ini sulit dilakukan oleh siapapun. Bahkan yang mewakafkan ketika itu menyampaikan,

Mulai hari dan pada tanggal penyerahan tersebut anak cucu secara turun temurun tidak memiliki hak atas harta benda wakaf pondok modern Gontor sebagai ahli waris. Pemilik pesantren Gontor adalah seluruh umat Islam.

Jurnal

Sehingga ada yang namanya nadzir wakaf, atau badan yang mengemban amanat atas wakaf yang sudah diberikan tersebut. Di masa trimurti berdiri, badan wakaf berfungsi sebagai pembantu pimpinan pondok.

Badan Wakaf Gontor

Namun demikian setelah meninggalnya Trimurti, maka ada badan tertinggi di Gontor yang disebut dengan Badan Wakaf. Tugasnya adalah mengatur, memelihara, dan mengawasi jalannya pesantren Gontor sesuai dengan piagam penyerahan wakaf.

Isi piagam penyerahan wakaf di antaranya adalah sebagai berikut,

  1. Sebagai balai pendidikan Islam maka harus tunduk dan sesuai dengan hukum Agama Islam di mana menjadi objek tempat beramal
  2. Pondok Pesantren Gontor adalah sumber pengetahuan Islam, Al Quran, Bahasa Arab, Pengetahuan Umum dan memiliki jiwa pondok pesantren
  3. Pesantren Gontor menjadi lembaga yang mengabdi kepada masyarakat, membentuk pribadi umat demi kesejahteraan lahir dan batin dunia akhirat
  4. Pihak kedua berkewajiban agar menyempurnakan pondok modern Gontor menjadi Universitas Islam yang bermutu dan berarti dengan akta notareel yang mana syarat dan ketentuan ditetapkan dengan jelas.

Isi-isi penting ini menjadi panduan agar pondok pesantren Darussalam Gontor selalu sesuai dengan amanat wakaf. Oleh sebab itu dari dulu hingga sekarang Gontor memiliki jalan yang lurus. Secara filosofis tidak ada perubahan, karena ada panduannya.

Inspirasi Pesantren Lain

Hilangnya pertanyaan Pesantren Gontor Milik Siapa? Dalam sudut pandang penulis menjadi titik tolak penting perkembangan pondok pesantren Gontor. Karena berkembang dengan sangat pesat. Bahkan saat tulisan ini dibuat, pondok pesantren Gontor memiliki santri berjumlah 26.308 dan guru berjumlah 3.355 (Wardun).

Maka model pesantren yang diwakafkan kepada umat, dan melepaskan unsur kepemilikan individu semakin berkembang. Contoh Darussalam Garut, Pesantren Pabelan Magelang, serta masih banyak lagi di Indonesia.

Semoga ini menjadi inspirasi pesantren di Indonesia. Salah satu sumber tulisan ini adalah isi jurnal berjudul Management Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor yang ditulis oleh Jarman Arroisi dan Syamsuri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *