Model Pembelajaran Kontekstual | Kelebihan dan Kekurangan

Posted by

Model pembelajaran kontekstual menjadi pembeda di era millenial. Selama ini siswa terbiasa disuapi ilmu pengetahuan maupun informasi dari guru alias penggunaan metode ceramah menjadi model pembelajaran yang secara turun temurun dilakukan di berbagai instansi pendidikan. 

Padahal penelitian menyebutkan bahwa majunya suatu pendidikan berawal dari rasa penasaran dan pertanyaan-pertanyaan kritis siswa dalam mengetahui sesuatu. 

Untuk itu, metode pembelajaran kontekstual merupakan model yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengamati dari kehidupan nyata. Seperti apa model pembelajaran kontekstual ini? Simak ulasan kami selengkapnya. 

Pengertian Model Pembelajaran Kontekstual 

Contextual Teaching and Learning atau yang biasa dikenal dengan istilah model pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar di mana siswa belajar mengaitkan materi yang telah diajarkan guru dalam keseharian manusia (kehidupan nyata) juga penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota keluarga, masyarakat, warga negara ataupun tenaga kerja. 

model pembelajaran kontekstual

Secara umum, metode pembelajaran kontekstual melatih siswa untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang bermanfaat baginya di masa depan. 

Dengan demikian, siswa mengerti makna belajar, mengetahui apa tujuannya belajar, dan bagaimana cara menggapainya. Adapun guru bertugas membimbing dan mengarahkan siswa selama prosesnya. 

Strategi-strategi Metode Kontekstual

Agar proses belajar menjadi efektif dan efisien, dibutuhkan beberapa strategi-strategi yang mendukung pelaksanaan model pembelajaran kontekstual. 

Nah, strategi pertama adalah relating atau menghubungkan pengalaman hidup dengan hal yang ingin siswa pelajari. 

Kedua, experiencing atau mengalami, dengan mengalami sebuah masalah siswa mampu menemukan dan merumuskan pengetahuan secara mandiri. 

Applying atau menerapkan. Setelah siswa mampu merumuskan permasalahan yang dihadapinya, maka siswa bisa menerapkan pengetahuan yang dikuasai kedalam situasi yang berbeda. 

Selanjutnya, cooperating atau bekerja sama. Dengan bekerja sama siswa belajar berkomunikasi dan bertukar informasi atau pengetahuan di kelompok / masyarakat. 

Strategi terakhir adalah transfering atau memindahkan informasi dan pengetahuannya pada situasi atau konteks baru. 

Komponen Pembelajaran Kontekstual

Pada kegiatan belajar mengajar (KBM), bukan hanya strategi yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan secara seksama, melainkan juga komponen-komponen detilnya. 

Berikut ini komponen-komponen penting dalam model kontekstual :

Konstruktivisme (Contructivism)

Komponen ini sebenarnya merupakan landasan dari apa yang sudah dipelajari. Artinya menemukan arti atau makna dari beragam hal yang sudah dipelajari.

Menemukan (inquiry) 

Tahap inti pada proses kegiatan model pembelajaran kontekstual ini menekankan siswa pada kegiatan observasi, bertanya, mengumpulkan data, dan menyimpulkan. 

Sehingga siswa diharapkan mampu mendapatkan hasil berdasarkan penemuan sendiri dan bukan riset fakta. 

Bertanya (Questioning)

Kegiatan bertanya menjadi komponen penting yang tidak boleh dilewatkan. Untuk memancing siswa berani bertanya, mungkin guru bisa terlebih dahulu menggiring beberapa pertanyaan kepada siswa. 

Masyarakat Belajar (Learning Community)

Konsep masyarakat belajar mengusung kegiatan melalui kelompok-kelompok kecil dengan aktivitas saling bertukar informasi. Sehingga adanya kerja sama yang terjalin antara siswa satu sama lain.

Pemodelan (Modelling) 

Selama siswa menjalani proses belajar atau mempelajari suatu keterampilan, pastinya sering menemukan sesuatu yang bisa ditiru dan lain-lain. Jadi jika ada siswa yang berprestasi bisa menjadi model bagi siswa lain agar semangat belajar. 

Refleksi (Reflection) 

Refleksi merupakan kegiatan berpikir tentang masa lalu atau hal-hal yang telah dilalui. Refleksi yang menjadi salah satu komponen penting dalam metode pembelajaran kontekstual bisa dilakukan melalui pemberian kesan pesan ataupun sebuah diskusi. 

Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment)

Penilaian tidak bisa dipisahkan dari sebuah proses belajar karena menjadi alat tolak ukur kemajuan siswa. Karena itu assessment diperlukan selama proses belajar siswa. 

Penerapan Metode Pembelajaran Kontekstual

Setelah berbicara panjang lebar mengenai pembelajaran kontekstual, mungkin Anda masih bingung bagaimana penerapannya dalam proses belajar anak didik? 

Berikut ini kami jabarkan tahapan demi tahapan dalam penerapan model pembelajaran kontekstual :

Pertama, guru menjelaskan manfaat dari materi belajar beserta kompetensi yang harus dicapai oleh siswa, anggap saja guru tersebut memberikan tema tentang proyek pembangunan sebuah jembatan. 

Kedua, selanjutnya guru atau pengajar membagi siswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok bertugas mewawancarai mandor proyek jembatan, dan kelompok lain bertugas mewawancarai perusahaan yang mendanai proses pembangunan jembatan tersebut. 

Tahap ketiga, selesainya siswa melakukan wawancara dan dilengkapi dengan catatan hasil observasi, siswa membangun diskusi antar kelompok. 

Terakhir, dibantu guru, siswa menyimpulkan hasil pengamatan dan diskusi yang telah dilakukan. Dan guru biasanya memberikan siswa tugas membuat karang dari pengalaman tersebut. 

Keunggulan dan Kelemahan

Pada model pembelajaran kontekstual terdapat beberapa keunggulan yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

  1. Metode pembelajaran kontekstual melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengumpulkan data, memahami sebuah isu, dan mencari solusi dari sebuah masalah (problem solving). 
  2. Siswa bebas menentukan informasi yang mereka butuhkan
  3. Siswa bisa belajar kerja efektif dalam kelompok dan mampu bekerja sama dengan baik 
  4. Proses belajar selama di kelas menjadi lebih menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan

Selain keunggulan-keunggulan yang telah disebutkan sebelumnya, model pembelajaran modern ini juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya yakni :

  1. Sulitnya memilih informasi atau materi pembelajaran siswa di kelas, karena tiap siswa memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda. 
  2. Penerapan model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak semua siswa cepat beradaptasi dengan model pembelajaran kontekstual ini. 
  3. Adanya kesenjangan antara siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan rendah, dan berimbas pada kurangnya rasa percaya diri pada siswa. 
  4. Keaktifan menjadi kunci dalam proses belajar model kontekstual, karena itu siswa yang pasif akan kesulitan mengejar ketertinggalan. 
  5. Model pembelajaran kontekstual lebih menekankan keaktifan siswa dibandingkan guru, oleh karenanya peran guru tidak terlalu berpengaruh pada proses belajar siswa. 

Model Pembelajaran Kontekstual PDF

Kalau ingin mendapatkan dokumen model pembelajaran kontekstual PDF bisa klik link berikut ini. Demikian ulasan singkat mengenai model pembelajaran kontekstual.

Perlu diingat bahwa setiap proses belajar siswa selalu ada plus dan minusnya. Jadi model pembelajaran yang digunakan pun bisa dimodifikasi atau dikolaborasikan agar mencapai hasil yang sempurna. Biasanya model ini dilakukan di sekolah unggulan, atau seperti Islamic Boarding School.

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *