5 Kelebihan Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah- Beasiswa Ke Turki

Posted by

Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah | Yayasan UICCI merupakan sebuah organisasi islam yang didirikan tahun 2005 oleh para muslim dari Turki dan Indonesia. Yayasan ini berpusat di Istanbul Turki.

Yayasan ini membawahi Pesantren Sulaimaniyah yang bermitra dengan lembaga pendidikan “Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah” yang tersebar di empat benua.

Sementara di Indonesia sendiri, Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah mempunyai 52 anak cabang dan telah mendidik 3500 santri di seluruh nusantara.

Pesantren ini banyak diburu santri Indonesia, terutama karena beasiswanya. Bahkan beberapa menjadi pesantren terbaik, seperti di Surabaya, Sulawesi, NTB, dan lain sebagainya.

Kurikulum dan Metode Menghafal Al-Qur’an

Tujuan didirikannya pesantren ini adalah dapat memberikan pendidikan islam yang Ahlu Sunnah Wal Jamaah kepada para santrinya. Santri di pesantren ini dididik sangat baik dengan fasilitas yang mumpuni serta nyaman untuk belajar. Ya, fasilitasnya cukup memuaskan.

Para santri juga mendapatkan pendidikan Agama Islam, bahasa asing (Turki dan Arab). Pendidikan islam diberikan secara intensif, baik dari segi membaca Al-Qur’an hingga Ilmu Fiqih, Usul Fiqih atau Ilmu Aqaid.

Pendidikan di Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah dijalankan dalam dua program yaitu program pesantren dan program asrama. Semua program ini diperuntukkan bagi pelajar setingkat SMP hingga mahasiswa.

Metode yang digunakan dalam menghafal Al-Qur’an adalah Metode Turki Utsmani. Metode hafalan ini merupakan metode tradisional pada masa kekhalifahan Turki Osmani yang sangat efektif digunakan untuk menghafal Al-Qur’an.

Di tahun pertama pendidikan, para santri hanya akan fokus menghafal Al-Qur’an saja. Kemudian jika target 30 juz berhasil terpenuhi maka pada tahun selanjutnya, santri mulai masuk ke tingkat Tadris.

pesantren tahfidz Quran sulaimaniyah Turki
pixabay.com

Metode hafalan Turki Utsmani

Metode menghafal Al-Qur’an di Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah ini cukup populer di Turki, Mesir dan beberapa negara islam lainnya. Dalam metode hafalan Turki Utsmani, Al-Qur’an yang digunakan khusus didatangkan dari Turki, yang dikenal dengan sebutan Al-Qur’an ayat pojok.

Al-Qur’an terdiri dari 15 baris pada setiap halamannya. Sebelum menggunakan metode ini santri harus mempunyai kebersihan fisik, jiwa dan juga tempat belajar. Santri juga akan dijelaskan tentang keutamaan menghafal Al-Quran sebagai bahan motivasi diri.

Sebelum memulai tahfidz, para santri harus memperbagus tahsinul huruf dan memperbanyak frekuensi dalam membaca Al-Qur’an. Cara ini bertujuan agar para santri dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan tartil, hadr dan tadwir-nya. Di samping itu, para santri juga diharuskan untuk mempelajari tajwid dengan baik.

Ketika menghafal Al-Qur’an menggunakan metode Turki Utsmani, para santri akan sering mendengar istilah “putaran, halaman baru dan halaman lama”. Putaran, adalah istilah yang dipakai sebagai ganti halaman yang dimulai dari halaman terakhir sebagai putaran pertamanya.

Halaman baru, adalah istilah bagi halaman yang akan ditasmi’kan di hadapan Ustadz. Halaman lama, adalah halaman yang sudah ditasmi’kan sebelumnya, dan akan diulang lagi saat mentasmi’kan halaman baru.

Cara menghafal metode dikenal dengan metode acak, sehingga dalam kurun waktu terlama 1 tahun, santri sudah dapat menghafalkan 30 juz. Para santri harus menghafal satu halaman dari satu juz yang ditargetkan. Kemudian berpindah ke halaman baru pada juz yang lain, seterusnya.

Persyaratan Ketat Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah

Program pendidikan di Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah dapat diikuti oleh berbagai kalangan yang terbagi 3 tingkatan antara lain, setingkat SMP, SMA dan Mahasiswa, ada tingkat Tahfidz, dan ada pula tingkat Tadris.

Dengan syarat umum sebagai berikut :

  1. Lancar membaca Al-Qur’an beserta tawjid yang benar dan tepat
  2. Tidak merokok, dan berakhlaq baik dengan surat pernyataan.
  3. Jika mendapatkan beasiswa ke Turki maka bersedia mengikutinya.
  4. Memiliki hafalan surat Ad-Dhuha sampai An-Nas

Untuk santri di tingkat SMP dan SMA selain menjalani program tahfidz juga harus menjalani pendidikan formal. Sementara jika santri mahasiwa/ lulusan SMA hanya akan menjalani program tahfidz saja.

Proses seleksi cukup ketat, pertama calon santri mendaftar sesuai tingkat yang diinginkan. Selanjutnya harus menyerahkan formulir beserta dokumen pendukung ke kantor pusat atau cabang UICCI. Peserta calon santri harus mengikuti seleksi lisan dan tulis dan wawancara.

Setelah calon santri lolos tes, mereka wajib mengikuti program karantina selama 4 hari. Selama karantina, peserta akan dinilai kemampuan, semangat belajar dan kedisiplinannya. Masa karantina adalah masa penentuan santri yang akan mendapat beasiswa penuh dalam program belajar lanjutan di Turki.

Kegiatan Harian Pesantren

Setiap santri pesantren Sulaimaniyah wajib melaksanakan sholat Tahajud. Kemudian dilanjtutkan dengan sholat subuh berjamaah. Selepas itu, mereka harus meng-khatamkan surat Yasin sebelum menyetorkan hafalan Al-Qur’an.

Setiap pagi, para santri juga wajib melakukan piket pembersihan area belajar dan sekitar ponpes. Kemudian kegiatan berlanjut dengan setoran hafalan kembali. Sebelum sholat dhuhur berjamaah, mereka diberi kesempatan untuk istirahat dan menghafalkan halaman baru yang akan disetorkan keesokan harinya.

Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah, para santri belajar ilmu fiqih, usul fiqih, sarf, nahwu dan ilmu lainnya. Sebelum tidur malam, para santri diberi kebebasan waktu untuk mempelajari banyak hal.

Kelebihan Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah

Seluruh pembina adalah alumni Pondok Pesantren Sulaimaniyah di Istanbul-Turki yang berkualitas, baik orang Indonesia atau yang berasal dari Turki. Sehingga jangan ragu tentang kapabilitas mereka dalam membina dan meningkatkan ilmu para santri. Fasilitas pondok juga seperti hotel berbintang lima.

Identitas lain dari Pesantren Tahfidz Qur’an Sulaimaniyah adalah dari cara berpakaian. Tidak seperti pesantren di Indonesia pada umumnya, pesantren ini memiliki cara berpakaian yang sangat identik, khas orang eropa, memakai kemeja dan celana. Bahkan ketika mengaji pun demikian.

Kunjungi website uicci.wordpress.com untuk info lebih lanjut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *