Ponpes Al Anwar Sarang | Biaya Pendaftaran dan Keunikan

Posted by

Ponpes Al Anwar Sarang lebih dikenal sebagai pesantrennya Mbah Moen. Yaitu tokoh bangsa yang uniknya tidak anti politik, justru menjadi bagian penting dari politik di Indonesia.

Mbah Yai Moen. Beliaulah pendiri ponpes Al Anwar Sarang yang cukup mashur di Jawa Tengah dan bahkan di Indonesia. Jika Anda melewati jalan pantura dari Jawa Timur, pasti akan lewat riuh santri di pesantren ini. Kami akan mengulas beberapa aspek menarik dari pesantren terbaik yang satu ini dari beragam sumber. 

Profil Pondok Pesantren Al Anwar Sarang

Pondok Pesantren Al Anwar, lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Sarang didirikan oleh Mbah Moen. Kala itu, di tahun 1968 KH Maimoen Zubair pertama kali mendirikan mushola Al Anwar di kediamannya. 

Sebelumnya tempat itu dinamakan Pondok Haji Maimoen (Pohama) dan berganti nama menjadi Pesantren Al Anwar di tahun 1969. Dari tahun ke tahun pesantren terus berkembang. Hingga yang semula hanya 200 santri di tahun 1980, kini berjumlah lebih dari 4000-an santri. 

ponpes Al Anwar Sarang

Saat ini Pondok Al Anwar telah membuka cabang dari Pesantren Al Anwar I, Al Anwar II, Al Anwar III hingga sekarang sedang mengembangkan Al Anwar IV.

Di mana Al Anwar I lebih dikenal sebagai pesantren yang kental dengan salafiyahnya, sedangkan Al Anwar II terkenal dengan pendidikan formal. 

Sementara Al Anwar III dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi yang dikenal dengan sebutan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar dengan beragam jurusan. Dan Al Anwar IV lebih fokus kepada pendidikan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. 

Identitas Pesantren Al Anwar Sarang

Satu hal yang pasti dari pesantren ini adalah tradisi pendidikan salafiyahnya yang dipertahankan. Bagi ponpes Al Anwar Sarang nomor satu adalah kitab salaf berbahasa arab. Memang sudah berniat menjadi penjaga tradisi salaf. 

Dalam sudut pandang kami, nantinya Al Anwar Sarang menjadi mercusuar saat yang lain lebih fokus pada pendidikan formal. Meskipun saat ini sudah disediakan pilihan pendidikan formal. Namun tetap mempertahankan tradisi utama yaitu kitab kuning. 

Jadi kalau ke pesantren ini sudah bisa dipastikan Anda melihat sosok sarungan, berbaju koko, dengan kopyah, kemudian duduk-duduk santai dengan model duduk bersila ngaji kitab, seperti layaknya Gus Baha. Kenikmatan santri di Ponpes Al Anwar Sarang adalah ketika membaca kitab.

Tradisi ngaji kitab di pesantren ini yaitu dengan model sorogan, maju satu persatu ke ustadz, dan bandongan, yaitu sama-sama kepada masayech tidak terhapuskan. Ini memang identitas pesantren salaf seperti layaknya Sidogiri Pasuruan.  

Pusat Isu di Jawa Tengah

Tahukan Anda jika pesantren Al Anwar Sarang tidak anti dengan politik, bahkan ikut serta. Sehingga pesantren ini sangat mewarnai peta perpolitikan Indonesia. Model demikian tidak banyak dilakukan oleh pesantren di Indonesia, cenderung menjauh.

Namun Ponpes Al Anwar Sarang bermain sangat cantik. Tidak terlalu vokal dengan kasar, lebih kepada memiliki sikap santun. Inilah mengapa setiap ada hajatan politik pesantren ini selalu ramai. Dikunjungi calon presiden, dikunjungi calon gubernur, dikunjungi calon bupati. 

Karena itu pula nama Pesantren Sarang Rembang selalu menjadi pusat isu di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia. Nama pesantren Al Anwar Sarang Rembang pada akhirnya terus naik dan menjadi lebih dikenal. 

Uniknya adalah pesantren Al Anwar Sarang Rembang tidak pernah terganggu dengan kemashuran politik. Fokusnya tetap kepada lembaga pendidikan. Sehingga pada akhirnya tetap menjadi salah satu pesantren terbaik di Rembang.

PanduanTerbaik.id

Jenjang Pendidikan di Pesantren Al Anwar Rembang

Pesantren Al Anwar adalah salah satu pesantren besar yang masih mempertahankan kesalafannya (tradisi) di tengah maraknya modernisasi pesantren. Di pulau Jawa tidak banyak pesantren demikian. Beberapa pesantren di Jawa sudah menuju ke pesantren modern, seperti Tebu Ireng dan beberapa pesantren lainnya. 

Adapun jenis-jenis institusi pendidikan pesantren Al Anwar antara lain: Muhadhoroh yang terdiri dari tingkatan I’daiyyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Waktu penyelenggaraan dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dengan memakai kurikulum sendiri yang mengadaptasi dari Universitas Al-Azhar, Mesir.

Model demikian banyak dilakukan di pesantren-pesantren salafiyah di Jawa Timur dengan jenjang tingkat sesuai pembelajaran kitab kuning.

Ma’had Aly, merupakan jenjang lanjutan dengan masa studi 2 tahun. Sebagian besar para santri mengkaji kitab ‘ashry. Dengan waktu pelaksanaan kegiatan yang kebanyakan dilakukan saat malam hari.

Madrasah Ghozaliyah Syafiiyah (MGS) yang merupakan sebuah lembaga independen dengan ciri khas kesalafan. Para santri masuk setiap hari kecuali hari jum’at dan berpakaian kopyah, berbaju panjang, memakai sarung dan bersandal jepit saja.

Madrasah inilah yang tergolong menjadi tujuan banyak santri untuk menambah keilmuannya. Dengan model seperti Langitan Tuban, pesantren ini sangat sejuk dipandang dengan kesederhanaan penampilan serta sikap tawadhu yang dimilikinya. 

Pendidikan formal Madrasah Al Anwar. Lembaga formal bernaung dibawah asuhan LP Ma’arif NU. Di lembaga ini, para santri diajarkan ilmu pengetahuan umum dengan tetap memperhatikan dan memasukkan pelajaran salaf. Sehingga diharapkan para santri dapat memperoleh keseimbangan IMTAQ dan IPTEK sesuai tujuan daripada pesantren ini. 

Sarana dan Prasarana Pesantren

Fasilitas sarana dan prasarana yang terdapat di Pesantren ini sudah lebih dari cukup. Kamar santri terdiri dari ratusan ruangan yang cukup memadai untuk menampung keseluruhan santri. Untuk kamar mandi juga ada belasan ruang. 

Terdapat beberapa aula yang biasa dipakai untuk ngaji atau berkegiatan lainnya. Dan beberapa fasilitas lain yang cukup lengkap serta dalam keadaan layak pakai untuk mendukung pendidikan.  Suasananya sangat santai. 

Tradisi Istimewa Santri Al Anwar Sarang

Salah satu program yang dijalankan untuk meningkatkan hafalan dan nadham adalah dengan menggunakan metode lalaran atau muhafadzoh. Para santri akan berkumpul dalam satu tempat dengan tanpa penerangan, mereka bersama-sama melantunkan bait-bait kitab Alfiyah yang terdiri 1000-an bait. 

Maka kalau Anda lewat akan terdengar pesantren bergemuruh dengan begitu indah. Dengan roman kebahagiaan, mereka melantunkan bait kitab Alfiyah. Bagi kami yang beberapa kali kunjungan ke pesantren, tradisi demikian sangatlah dirindukan.

Tradisi yang tidak kalah penting adalah Bahsul Masail. Ini merupakan tradisi pendalaman persoalan yang muncul dan dicari hukumnya dari kitab-kitab salaf. Tradisi ini menjadi pangkal dari keilmuan dan biasanya lahir dari tradisi ini calon ulama dan pimpinan pondok pesantren. 

Biaya Pendaftaran Ponpes Al Anwar Sarang

Pendaftaran ponpes Al Anwar Sarang bisa dilakukan dengan biaya bermacam-macam tergantung dari jenis pendidikan yang ingin ditempuh. Berikut rangkuman kami dari informasi yang berhasil kami himpun.

  • Untuk biaya di Ponpes Al Anwar I bagi santri baru akan dikenakan biaya pendaftaran sekitar Rp. 283.000,- untuk 4 bulan. Sedangkan santri yang lama akan dikenakan biaya sekitar Rp. 258.000.
  • Sedangkan untuk biaya pendaftaran di pesantren Al Anwar II akan dikenakan biaya pendaftaran sekitar Rp. 1.125.000 bagi santri putra, sedangkan Rp. 1.170.000 bagi santri putri.
  • Sedangkan biaya pondok di Al Anwar III, untuk santri putra kurang lebih Rp. 1.045.000, sedangkan santri putri kurang lebih Rp. 1.170.000.
  • Biaya pendaftaran di Al Anwar IV untuk biaya SMK kurang lebih biaya yang harus dibayarkan sebesar Rp. 1.135.000

Alamat Pesantren Al Anwar Sarang

Jika Anda ingin berkunjung ke pesantren ini bisa mengikuti Google maps yang disediakan. Adapun website resminya bisa dikunjungi di sini. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi kontak telepon di 0356-411321. 

6 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *