Pondok Pesantren Terbaik di Madura

Posted by

Pesantren terbaik di Madura menjadi incaran penuntut ilmu di wilayah Jawa Timur. Madura juga dikenal sebagai gudangnya para ulama. Wilayah dengan empat kabupaten ini masyhur dengan Syeich Kholil Bangkalan. Oleh sebab itu pesantren-pesantren terbaik juga bertebaran di Madura. Berikut beberapa pesantren terbaik di Madura.

1. Darul Ulum, Banyuanyar
Jika di Pasuruan ada Sidogiri, maka di Madura ada Darul Ulum, Banyuanyar. Pesantren ini modelnya sebelas dua belas dengan pondok pesantren Sidogiri. Bisa dikatakan perbedaannya adalah pada unsur struktur pengasuh dan pola pengelolaan pendanaan.

Pesantren ini adalah pondok salaf, klasik, tradisional, dengan ditandai metode belajar yang menggunakan kitab kuning dan penguasaan nahwu sorof dengan cukup baik. Jika kita keliling di jam-jam tertentu, hafalan nadzaman bait-bait alfiah terdengar. Mereka pun masih menggunakan sarung dan kopyah putih sebagai identitas. Dan hampir banyak pesantren Madura juga demikian.

Yang menandakan kebesaran pesantren ini ada dua. Pertama adalah usianya yang tergolong sudah tua, 1718. Lembaga pendidikan jika sudah melewati dari generasi ke generasi, maka tidak perlu diragukan lagi. Kedua adalah pondok ini memang cukup besar. Ada putra dan juga putri namun terpisah dengan jarak sekitar satu kilometer. Jumlah total berkisar 6000 lebih. Penulis pernah berkunjung ke pondok putra dan merasakan kemiripan dengan Sidogiri, juga kebesarannya. Oleh sebab itu kami masukkan sebagai pesantren terbaik di Madura

2. Al Amien, Prenduan
Jika Darul Ulum pesantren dengan pola salaf, maka Al Amien memiliki nuansa pesantren modern. Al Amien memiliki pola pendidikan TMI, sistem pendidikan mandiri yang mirip dengan KMI Gontor atau model-model sistem pendidikan di pesantren lainnya. Cara berpakaian sehari-hari pun menggunakan kemeja dan dasi. Oleh sebab itu Al Amien dikenal sebagai pondok modern di antara pesantren salaf di Madura.

Namun demikian, entah karena berada di Madura, pondok pesantren Al Amien Prenduan juga ada pilihan Ma’had Salafy, pesantren klasik. Sehingga identitas utama dari pesantren ini sebenarnya adalah banyaknya jenis pendidikan yang ada di dalamnya. Ada Ma’had Tahfidz Quran, ada Ma’had Salafy, ada TMI yang notabene modern, dan ada juga perguruan tingginya. Pesantren ini memang memiliki jenjang lengkap. Istilah sederhana, di pesantren ini semuanya ada. Sehingga tak heran kami masukkan sebagai salah satu pesantren terbaik di Madura.

Dalam sejarahnya, pesantren ini memang banyak terinspirasi dari Gontor. Hal ini dibuktikan dengan pimpinan Pondoknya yang terdahulu bernama KH. Tidjani Djauhari. Beliau adalah alumni Gontor pada tahun 1964. Sepulang dari Timur Tengah pada tahun 1971, pesantren Al Amien disempurnakan menjadi lembaga pendidikan modern ala Gontor. Oleh sebab itu nuansa pesantren modern kental di pondok putra dan putri ini.

3. Mambaul Ulum, Bata-Bata
Entah kenapa pesantren ini sangat identik dengan rujukan dalam penentuan figur politik di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, bahkan Indonesia. Bisa dikatakan jika ada tokoh-tokoh besar politik datang ke Madura, hampir dipastikan juga hadir ke Mambaul Ulum, Bata-Bata. Sandiaga Uno, salah satu Cawapres sudah sowan ke pesantren di Kabupaten Pamekasan ini. Mungkin ini kekurangan lembaga ini, karena terkesan berpolitik.

Pesantren Mambaul Ulum secara keseluruhan memiliki pola sekolah dengan sistem formal. Namun identitas Madura yang kental dengan pesona pesantren klasik tidak dilepas. Faktanya, ada salah satu program unik di pesantren ini. Jika ingin melanjutkan ke jenjang Madrasah Aliyah, maka wajib hafal nadzam Alfiyah (MTS A) dan Amsilatut Tasrif (MTS B). Hal ini jarang dilakukan di pesantren lain. Oleh sebab itu keunggulan pesantren ini sebenarnya pada aspek pendidikan agama klasik.

Di samping semua hal yang sudah disebutkan, salah satu kelebihannya adalah program al Qur’an. Program tahsin hingga tahfidz tergolong cukup variatif dan banyak. Oleh sebab itu bisa dikatakan ini adalah pondok klasik dengan variasi keahlian kemampuan bahasa arab dan kemampuan al Quran yang cukup mumpuni.

4. As Shomadiyah, Bangkalan
Pondok pesantren yang satu ini adalah paling fokus dibandingkan pesantren lain yang sudah kami sebutkan. Identitasnya lebih dikenal sebagai pesantren tahfidz Al Quran. Pesantren ini memiliki fokus pada aspek ini. Oleh sebab itu kami masukkan menjadi salah satu pondok pesantren terbaik di Madura.

Namun demikian tidak banyak informasi yang kami dapatkan tentang pesantren ini. Kami sendiri belum pernah berkunjung ke pondok pesantren yang didirikan oleh Haji Makki Syarbini sekitar abad 18 Masehi. Namun demikian yang dapat kami himpun dari pondok pesantren ini adalah, pesantren As Shomadiyah memiliki jenjang pendidikan dari TK hingga madrasah Aliyah.

5. An Nuqayyah, Guluk-Guluk Sumenep
Pesantren Annuqayah bisa dikatakan masih kerabat dengan pesantren Al Amin Prenduan secara sejarah. Pendirinya KH. Moh. Syarqowi awal mulanya membuka pengajian al Quran di Prenduan, 14 tahun kemudian baru pindah ke Guluk-Guluk, Sumenep.

Pesantren ini memiliki model tak jauh berbeda dengan Al Amin Prenduan secara konsep dasar. Di antaranya adalah banyaknya jenjang yang ada di dalamnya, pesantren dengan ribuan santri ini pun memiliki institut agama. Oleh sebab itu variasi dalam pondok ini sangatlah beragam.
Namun demikian, jika dikatakan perbedaan antara Al Amin dengan An Nuqoyah, ada pada unsur gaya pendidikan yang klasik. Sedangkan di Prenduan ada nuansa modern. An Nuqayah bisa dikatakan serupa dengan Banyuanyar. Oleh sebab itu pesantren ini dikenal sebagai salah satu pesantren terbesar di Madura.

Alasannya, pesantren ini memiliki anak pesantren yang juga cukup banyak. Dari data wikipedia, pesantren ini memiliki luas wilayah 1.675.955 ha dari luas kecamatan Guluk-Guluk yang memiliki lahan seluas 6.691.316 ha. Tentu saja bukan wilayah yang kecil. Gontor saja hanya sekitar 10 hektar, atau Al Hikmah Boarding School yang hanya 15 hektar. Oleh sebab itu kami masukkan pesantren ini dalam jajaran pesantren terbaik di Madura.

Inilah beberapa pesantren terbaik di Madura. Dasar penilaian kami tentu saja lebih banyak unsur subyektifitasnya. Mengingat Madura memiliki sangat banyak pesantren. Oleh sebab itu jika review ini kurang tepat, atau ada usulan pondok yang lebih tepat, kami akan merevisi. Cantumkan kritik Anda di kolom komentar.

Share This:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *