Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

gontor.ac.id

Dalam belajar agama Islam, di Indonesia terkenal sistem pondok-pondok pesantren yang digagas oleh walisongo dengan pola asrama. Dari banyak pondok pesantren kami memilih empat terbaik berdasarkan nilai-nilai yang dipertahankan dan bagaimana ia menjadi sumber inspirasi bagi pondok pesantren lain. Inilah pondok pesantren terbaik di Indonesia

  1. Pondok Pesantren Sidogiri

Sidogiri lahir 1817 berada di Pasuruan. Jika Anda ke sana, Anda seperti masuk desa pondok pesantren, hampir semua isi desa bernuansa pesantren. Penulis sendiri sudah pernah mengunjungi pondok ini. Dari awal mula berdiri, nilai-nilai dan pola pembelajarannya tetap. Sorogan, Kyai, dan belajar dimulai dari bulan syawwal.

Asrama putra dan putri terpisah, dengan pakaian sarung yang khas pondok Jawa Timur. Kekokohan dalam dakwah dijalankan oleh Sidogiri dengan mengirimkan dai ke banyak pelosok Indonesia. Sidogiri juga menggunakan waktu Istiwa, tidak menggunakan waktu Indonesia bagian barat. waktu yang sangat identik Islam.

Di Indonesia, terutama Jawa Timur pondok ini merupakan sumber inspirasi bagi pondok-pondok salaf lainnya. Ia merupakan kiblat pendidikan pondok salaf. Bahkan banyak beberapa pimpinan pondok di Jawa Timur adalah alumni Sidogiri. Seperti Pondok Nurul Jadid Paiton, pimpinannya pernah belajar di Sidogiri.

Tapi jangan mengira pondok ini tidak melek teknologi. Di antara mereka sudah bisa membuat aplikasi, dokumentasi video juga canggih. BMT nya menjadi nomor satu di Indonesia dengan omset mencapai trilunan.  Satu lagi keunikan pondok Sidogiri, santrinya dikenal memiliki sikap rendah hati.

  1. Pondok Modern Darussalam Gontor

Gontor lebih dikenal sebagai kiblat pondok modern yang ada di Indonesia. Pondok Darunnajah Jakarta, Darul Qalam Banten, atau pondok La Tansa, semua adalah pondok alumni dari Gontor. Sejak awal berdiri 1926, pondok ini mendeklarasikan dirinya sebagai pondok modern di tengah-tengah banyaknya pondok salaf.

Sebenarnya kalau dari sarana yang tersedia, tidak ada yang modern, bahkan sangat biasa. Satu kelasnya berjumlah 40 orang. Guru masih menulis di papan tulis. Tidak ada yang membawa laptop. Tapi esensi modern dari pondok ini adalah sistem pembelajaran yang berlaku 24 jam.

Pondok ini memiliki ciri khas disiplin yang sangat tinggi dari bangun tidur hingga sebelum tidur. Setiap waktu ada plot kegiatan dengan pengaturan yang ketat. Bahkan cara berpakaian sangat rapi, dengan jas dan dasi. Tidak ada seragam tapi selaras. Bahasa sehari-hari Arab dan Inggris.

Kedisiplinan inilah yang membuat Gontor menjadi sumber kader-kader pemimpin di Indonesia. Dari menteri agama, ketua MPR, ketua NU, ketua Muhammadiyah, dan ketua MUI pernah lahir dari pondok yang berada di Ponorogo ini. Tidak ada sekolah mengikuti diknas atau depag. Gontor memiliki kurikulum sendiri yang dikenal sebagai Kulliyatul Muallimin al Islamiyah.

  1. Pondok Pesantren Langitan

Pondok yang berada di Tuban ini tergolong pesantren tertua di Indonesia. Lahir pada tahun 1852, pondok ini memiliki tradisi yang kuat dalam penelaahan kitab-kitab kuning. Hampir mirip identitasnya dengan sidogiri, pondok ini juga menjadi Inspirasi bagi banyak pondok pesantren yang ada di Indonesia, terutama pondok salaf. KH. Hasyim Asy’ari, KH. Kholil Bangkalan adalah dua di antara pimpinan pondok besar di Jawa Timur yang pernah belajar di pondok ini.

Jika pondok yang lain mulai ada unsur sekolah formal, pondok langitan masih tetap dengan unsur salafinya. Kini Langitan juga dikenal dengan pondok yang memiliki daya cipta lagu dan santri bersuara emas. Album langitan mulai banyak beredar dan dicintai masyarakat.

Pondok Langitan memiliki kode etik yang selalu menjadi contoh pondok lain. Memilih Ilmu Guru dan Teman, Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya, Beradab Terhadap Masayikh dan Keluarganya, Beradab terhadap Asatidznya, Beradab terhadap Kitab, Beradab Kepada Teman Belajar.

  1. Pondok Tahfidz Yanbu’ al Quran

Jauh sebelum tren menghapal Quran, kota Kudus merupakan kiblat dari kegiatan mulia ini. Sumbernya adalah pondok Yanbu’ al Quran. Pondok ini merupakan kiblat para penghapal di Indonesia. Bahkan ketika penulis berkunjung ke Isy Karima Solo, salah satu santri menyampaikan, jika ingin kualitas maka di Yanbu’ al Quran, Kudus. Rata-rata pondok tahfidz memiliki guru dari pondok ini.

Di pondok Yanbu’ al Quran, setiap siswa akan diberikan pelajaran yang sangat ketat. Tidak begitu saja langsung menghapal, tapi dimulai dari makharijul huruf, baru kemudian al fatihah, baru bisa setor hapalan. Sehingga alumni dari pondok ini dikenal memiliki kualitas hapalan yang sangat baik. Mereka tidak tergoda untuk melonggarkan disiplin itu, justru tetap dipertahankan hingga sekarang.

Jika Anda ingin menghapal, berenanglah ke kudus, dan menepilah di pondok Yanbu’ al Quran. suasananya sangat kondusif, semua yang berada di situ rata-rata dalam agenda menghapal. Anda tidak akan menyesal. Bahkan rindu dengan keadaan daerah para penghapal Quran.

Inilah beberapa pondok pesnatren terbaik di Indonesia yang menjadi cikal bakal lahirnya pondok lain dan bertahan dengan nilai-nilai keluhurannya hingga sekarang. Silakan jika ada yang ingin memberikan rekomendasi cantumkan di komentar.

Share This:

3 comments

    1. Kalau yang kami sebutkan, pondok-pondok ini memiliki biaya standar… Seperti Gontor, bulanannya 800.000 sudah termasuk makan tiga kali dan spp

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *