kartu internet terbaik

5 Kartu Internet Terbaik

Posted by

Kartu Internet terbaik menjadi kebutuhan setiap warga negara Indonesia sekarang. Bahkan di saat uang jajan belum ada, uang untuk membeli kuota kartu internet perdana wajib ada. Masalahnya kartu internet terbaik belum tentu langsung Anda dapatkan. Kadang kecewa tidak sesuai dengan apa yang ada di iklan karena kita tidak memperhatikan detil. Oleh sebab itu kami paparkan di sini 5 kartu internet terbaik di Indonesia.

  1. Telkomsel

Telkomsel sudah menjadi rahasia umum memiliki kelebihan dalam faktor jangkauan yang sangat luas. Perusahaan ini sudah dikenal sebagai salah satu pionir provider internet. Sehingga hingga pelosok desa mana saja, sinyal Telkomsel hampir selalu ada. Kualitasnya pun bagus. Sehingga Telkomsel layak masuk dalam jajaran kartu internet terbaik di Indonesia.

Kecepatannya tergolong paling stabil di antara semua provider yang kami sebutkan. 4G sudah menjadi menu wajib. Jarang kemudian sinyal bengkok menjadi 2G. Masalahnya adalah, menurut saya provider yang satu ini tergolong paling mahal di antara yang lain dan cukup pelit dengan kuota. Rata-rata paketannya dipecah ke video max, padahal jarang dipakai.

Untuk kuota sebesar 10Gb harus ditebus dengan harga 99.000. Bonus bicara sesama telkomsel bukan menjadi perhatian bagi pengguna internet. Intinya mahal.

  1. XL

XL dikenal sebagai provider telekomunikasi yang mempopulerkan promo nelpon hanya bertarif satu rupiah. Namun demikian pamornya kalah populer dengan Telkomsel dan Indosat. Sebabnya, pengguna belum sebanyak dua provider tersebut. Sehingga orang berpikir kalau mau makai nomor dengan brand warna biru ini.

Alasan salah satunya adalah jangkauan sinyal. XL memiliki jangkauan yang tidak sejauh Telkomsel dan Indosat. Beberapa wilayah akan kehilangan sinyal. Apalagi kalau sudah masuk pelosok desa. Pengalaman kami demikian. Mungkin kecuali di Madura yang sudah dikenal dari dulu dikuasai brand XL. Oleh sebab itu memakai internet menggunakan kartu ini harus memiliki pertimbangan jangkauan sinyal.

Xl bagus untuk wilayah perkotaan. Pengalaman sanya kartu internet terbaik ini memiliki kelebihan dalam faktor kecepatan, kencang. Jika dibandingkan dengan Telkomsel, menurut saya lebih kencang XL. Namun jangan dibawa masuk desa. Telkomsel masih kuat sinyalnya, kita mlongo tidak bisa ngenet. Ukuran saya adalah ketika naik kereta dari Surabaya hingga Bandung, masih ada blind spot kalau memakai XL. Tapi tidak seburuk Smartfreen atau TRI jangakauannya.

Untuk harga, si Biru ini tergolong mahal. Paket hot roadnya saja untuk yang 8GB dihargai 120 ribu. Lebih mahal dari Telkomsel ya… hehehe. Mungkin karena menang cepatnya kali.

  1. Indosat

Provider yang satu ini sebenarnya adalah kartu telepon berpengalaman di Indonesia. Ibaratnya saudara kembar dari telkomsel. Lihat saja promo antara keduanya hampir mirip kalau tidak mau dikatakan mirip. Seperti paket Obrol di Indosat ada paket Serbu di Telkomsel. Intinya gitu lah, hehehe. Tapi kalau bicara persoalan internet dua saudara ini entah kenapa bagaikan langit dan atmosfer.

Saya pun pelanggan setia kartu ini karena hampir semua keluarga di Jawa Tengah menggunakannya. Tapi ketika masa internet datang. Semua migrasi ke kartu lain. Alasannya, lemot. Entah saya pribadi yang mengalami atau banyak yang mengalami. Tapi saya sharing dengan kawan-kawan pun demikian. Sinyalnya sangat tidak stabil. Tidak jelas kapan hilang kapan muncul.

Kalau si biru jangan masuk ke pedalaman, kalau Indosat, kadang di pinggir kota, meski sinyal ada, internetnya sudah ngos-ngosan. Meskipun saya masukkan sebagai salah satu kartu internet terbaik, tapi saya menyarankan ini menjadi alternatif terakhir saja. Promonya tidak salah, lemotnya itu lho membuat patah hati.

  1. Smartfren

Untuk kartu internet terbaik selanjutnya adalah Smartfren. Entah kenapa dari awal munculnya kartu ini sangat fokus sebagai penyedia kartu internet. Bahkan kartu internet yang paling banyak dibundling dengan pembelian hp ya Smartfreen. Sehingga kartu Smartfren tidak bisa dicabut. Tapi dari sini sebenarnya terlihat, bahwa penggunanya masih belum dominan.

Smartfren memiliki kelebihan kecepatan yang memang bagus. Bahkan dibandingkan Telkomsel, saya lebih menjagokan Smartfren. Sehingga kartu ini layak masuk sebagai kartu internet terbaik di Indonesia. Bahkan tren 4G pun salah satu pelopornya kartu ini.

Tapi setiap kartu punya kelemahan. Untuk kartu berwarna merah ini jaringannya menurut saya tidak lebih baik dari XL, artinya kalah jauh dengan Telkomsel dan Indosat. Buktinya, coba pakai kartu ini di sepanjang perjalanan Jawa Timur – Jawa Barat, kehilangan sinyal internet akan terasa kembang kempis.

Yang aneh lagi, entah kenapa kartu ini memiliki paketan yang tergolong murah tapi sulit dimengerti. Ada paket MIFI, ada paket bundling hp, ada paketan yang kuotanya besar tapi ternyata setengahnya midnight. Saya sendiri terkadang bingung. Meski menjadi salah satu kartu internet terbaik, tapi kekurangannya lumayan signifikan dan harus menjadi pertimbangan.

  1. Tri

Ini kartu favorit para pemburu kuota murah. Sebenarnya menurut saya tidak murah-murah sangat. Namun Tri memiliki kelebihan masa aktif yang sangat panjang, bisa sampai satu tahun. Jadi kalau kita hanya whatsapp saja selama tiga bulan, bisa jadi cukup membeli Rp.50.000,-. Bahkan kuota kartunya tidak hangus. Sehingga kami masukkan menjadi salah satu kartu internet terbaik.

Memang kartu Tri masih saudara kembarnya Smartfren dalam masalah sinyal, beberapa wilayah masih ngos-ngosan. Kalau untuk pedesaan, mohon dipertimbangkan dengan matang untuk menggunakan kartu ini. Tapi kalau masalah kuota dan masa aktif, kartu ini jagonya.

Secara harga tergolong standard, tidak semahal si merah, atau semurah si merah satunya. Tapi pengguna kartu ini untuk telepon tergolong sedikit. Rata-rata hanya menggunakan kartu internet terbaik ini untuk internet, sehingga jodoh Anda jarang.

Inilah beberapa kartu internet terbaik di Indonesia yang bisa dijadikan bahan pertimbangan. Review ini dibuat berdasar pengalaman pemakaian. Penulis sudah pernah merasakan semua kartu. Jika pengalaman berbeda, bisa terjadi karena tidak sama dalam keadaan, wilayah pemakaian.

Share This:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *